Purwokerto, 01 Desember 2025 – Menjelang angkutan akhir tahun, KAI Daop 5 memperkuat program edukasi internal terkait bahaya narkotika bagi seluruh awak kereta. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan BNN Kabupaten Banyumas untuk memastikan setiap petugas memahami risiko, dampak hukum, serta konsekuensi keselamatan yang terkait dengan penyalahgunaan zat terlarang.
Dalam sesi edukasi yang digelar di lingkungan UPT Crew, BNN memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis narkotika, tanda-tanda penyalahgunaan, serta strategi pencegahannya. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kesiapan Nataru yang tidak hanya fokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga pembinaan mental dan kedisiplinan pegawai.
Manager Humas Daop 5, Pury Subekti, menyampaikan bahwa edukasi merupakan langkah preventif penting untuk menghindari potensi penyalahgunaan narkotika. “Kami ingin seluruh petugas memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya narkoba dan dampaknya terhadap keselamatan perjalanan. Ini bagian dari komitmen kami,” ujarnya.
Selain penyuluhan, KAI juga mengadakan sesi tanya jawab interaktif agar awak kereta dapat menggali informasi lebih dalam mengenai ancaman penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja. Pendekatan edukatif ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran kolektif.
Kolaborasi dengan BNN sudah berlangsung lama dan terbukti memberikan hasil positif dalam membangun lingkungan kerja yang bebas narkoba. KAI berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan memberikan pemahaman lebih kuat tentang pentingnya budaya kerja bersih.
Edukasi ini juga dikaitkan dengan meningkatnya mobilitas pengguna kereta selama musim liburan. Dengan tekanan kerja yang meningkat, peluang penyalahgunaan zat tertentu dapat muncul, sehingga KAI terus memperkuat pengawasan.
Kegiatan edukasi ini menjadi salah satu pendekatan komprehensif KAI dalam memastikan kru tidak hanya diperiksa kesehatannya, tetapi juga mendapatkan pembinaan untuk memperkuat integritas dan profesionalisme.
KAI menegaskan bahwa upaya edukasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan tahunan. (Redaksi)

