Jakarta, 6 November 2025 – Mengalirnya jutaan ton batu bara melalui jaringan rel kereta api menjadi bukti konkret peran KAI sebagai penopang utama energi nasional. Sepanjang Januari–Oktober 2025, perusahaan mencatatkan angkutan batu bara sebesar 47.775.610 ton, angka yang menandai penguatan kontribusi KAI terhadap stabilitas pasokan listrik di berbagai wilayah.
Kenaikan 4,3% dari tahun sebelumnya membuktikan bahwa rel masih menjadi sarana paling efisien, aman, dan andal untuk mengangkut komoditas energi dalam skala besar. Kebergantungan sektor energi terhadap pasokan batu bara turut mendorong KAI memperkuat operasional logistiknya.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menjelaskan pentingnya batu bara bagi suplai listrik nasional. “Batu bara ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali, yang menyuplai listrik ke rumah tangga, menghidupkan fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, serta mendukung industri dan usaha kecil di seluruh Indonesia,” ujar Anne.
Untuk memastikan distribusi berjalan optimal, KAI terus memodernisasi jaringan logistiknya. Pembangunan Terminal Tarahan II dan peningkatan fasilitas bongkar-muat di Kertapati menjadi bagian penting dalam upaya memperbesar kapasitas angkut perusahaan.
KAI juga menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada 2029, dengan porsi terbesar berasal dari komoditas batu bara. Target ini didukung oleh investasi berkelanjutan dan peningkatan efisiensi operasional yang dilakukan perusahaan.
Di sisi lain, Sumatera Selatan diproyeksikan memberikan tambahan kontribusi hingga 27,8 juta ton. Wilayah ini menjadi simpul penting dalam rantai distribusi batu bara nasional yang menghubungkan sumber produksi dengan pembangkit listrik di berbagai daerah.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, KAI telah mengalihkan seluruh lokomotifnya ke penggunaan Biosolar B40 sejak awal 2025. Langkah ini menurunkan emisi sekaligus memperkuat posisi kereta api sebagai moda logistik berorientasi lingkungan.
Dengan upaya terpadu tersebut, KAI semakin kokoh menjadi tulang punggung energi Indonesia. Batu bara yang mengalir lewat rel tidak hanya memperkuat pasokan listrik, tetapi juga menggerakkan perekonomian dan mendukung layanan publik di seluruh nusantara. (Redaksi)

