Jakarta, 6 Agustus 2025 – Panggung Gelar Batik Nusantara 2025 menjadi ajang yang tepat bagi empat UMKM binaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk menunjukkan keahlian mereka. Pameran yang digelar selama empat hari dari 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Pasaraya Blok M, Jakarta ini mengangkat tema “Bangga Berbatik” sebagai wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya batik Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.
Para pengrajin yang dipercaya mewakili KAI dalam acara bergengsi ini adalah Canting Batik Trusmi, Batik Ninik Ichsan, Batik Zhafirah, dan Batik Katura. Keempat UMKM tersebut berdomisili di Trusmi Kulon, Plered, Cirebon yang dikenal sebagai kawasan penghasil Batik Merawit Cirebon dengan keistimewaan pada pola halus dan tingkat detail yang rumit.
“Kami meyakini bahwa UMKM adalah fondasi kuat perekonomian nasional. KAI berkomitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi transportasi kereta api, tetapi juga berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dengan memberikan dukungan konkret kepada usaha kecil agar dapat naik kelas dan memperluas jangkauan pasar,” tegas Wakil Presiden Direktur Sekretaris Perusahaan KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Implementasi program MiKA (Mitra Binaan KAI) selama enam bulan pertama 2025 telah memberikan dampak positif bagi 453 pelaku usaha. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp3,05 miliar dengan rincian Rp800 juta berupa pembiayaan langsung dan sisanya dialokasikan untuk berbagai program pengembangan kapasitas, pelatihan, sertifikasi, hingga pembukaan akses ke pasar domestik dan internasional.
(Redaksi)

