Semarang, 20 November 2025 – PT KAI Daop 4 Semarang mengungkapkan bahwa barang kategori makanan menjadi temuan terbanyak di area stasiun dan dalam perjalanan kereta selama tahun 2025. Mayoritas berupa makanan kemasan, minuman, dan produk oleh-oleh. Fenomena ini meningkat seiring tingginya mobilitas penumpang dari dan menuju wilayah Jawa Tengah.

Data internal mencatat bahwa lebih dari 35 persen barang temuan sepanjang 2025 adalah makanan yang memiliki masa kedaluwarsa pendek. Kondisi ini membuat KAI Daop 4 harus menetapkan kebijakan penyimpanan terbatas untuk mencegah terjadinya pembusukan di ruang penyimpanan. Barang dengan risiko tinggi akan diperlakukan dengan prioritas khusus dalam proses pencatatan dan pemisahan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Aristo Sankhya Prayogi, menegaskan bahwa kebijakan batas simpan diterapkan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan operasional. “Barang makanan yang ditemukan tidak bisa disimpan terlalu lama karena faktor higienitas. Kami menetapkan masa simpan yang jauh lebih singkat dibanding barang non-makanan,” jelasnya.

Aristo mengatakan bahwa kebijakan ini juga bertujuan agar pemilik barang lebih cepat melakukan pelaporan. Jika melewati batas yang ditetapkan, barang makanan yang tidak diambil akan dimusnahkan sesuai prosedur. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari potensi masalah kesehatan maupun kebersihan gudang penyimpanan.

KAI Daop 4 juga menambahkan informasi terkait batas waktu pengambilan barang makanan ke dalam papan pengumuman dan kanal digital. Diharapkan, langkah ini memberikan kejelasan bagi penumpang dan mendorong mereka untuk bertindak lebih cepat apabila mendapati barang tertinggal.

Di lapangan, petugas menemukan bahwa sebagian besar makanan tertinggal karena penumpang membawa banyak barang saat bepergian. Mobilitas yang tinggi, terutama menjelang libur panjang, membuat pengawasan terhadap barang bawaan kerap terabaikan. Fenomena ini menjadi catatan tersendiri bagi Daop 4.

Selain itu, KAI Daop 4 terus mengimbau agar penumpang menandai barang bawaan dengan label identitas untuk mempermudah proses penelusuran. Kebiasaan sederhana ini dinilai mampu mengurangi jumlah barang makanan yang tertinggal. Edukasi publik akan terus diperluas menjelang masa liburan.

Dengan kebijakan baru ini, KAI Daop 4 berharap penanganan barang makanan dapat dilakukan lebih tertib, cepat, dan sesuai standar kesehatan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *