12 April 2026 – Keputusan Atletico Madrid menurunkan tim pelapis harus dibayar mahal saat bertandang ke Sevilla. Dalam laga lanjutan LaLiga yang berlangsung di Ramón Sánchez Pizjuán, Los Colchoneros takluk dengan skor 1-2.

Langkah rotasi besar ini dilakukan Atletico sebagai bagian dari strategi menghadapi jadwal padat, khususnya menjelang laga krusial melawan Barcelona di ajang Liga Champions UEFA. Hampir seluruh pemain inti diistirahatkan, memberi kesempatan kepada pemain pelapis untuk tampil sejak menit awal.

Namun, strategi tersebut langsung diuji sejak awal pertandingan. Sevilla tampil agresif dan berhasil mendapatkan penalti setelah Isaac Romero dilanggar di area terlarang. Setelah meninjau melalui VAR, wasit menunjuk titik putih.

Akor Adams yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya, meski arah tendangannya sempat terbaca oleh Juan Musso. Bola yang melaju deras tetap masuk ke gawang, membawa Sevilla unggul cepat.

Atletico mencoba merespons dan mulai menemukan ritme permainan seiring berjalannya waktu. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-35 melalui Javier Bonar. Ia menyundul bola dengan bebas setelah menerima umpan silang dari Julio Díaz, membuat skor kembali imbang 1-1.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Menjelang akhir babak pertama, Sevilla kembali memimpin melalui situasi bola mati. Sepak pojok yang dilepaskan Rubén Vargas berhasil disambut sundulan Nemanja Gudelj yang mengarah ke sudut atas gawang, tak mampu dijangkau Musso.

Memasuki babak kedua, Atletico berusaha mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, kurangnya koordinasi dan pengalaman di antara para pemain pelapis membuat serangan mereka kurang tajam. Sevilla, di sisi lain, tampil disiplin dalam bertahan dan mampu meredam setiap upaya tim tamu.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Sevilla. Hasil ini memberikan dorongan penting bagi tuan rumah dalam upaya menjauh dari zona degradasi. Mereka kini berada di posisi ke-15 dengan 34 poin, sedikit menjauh dari ancaman turun kasta.

Sementara itu, Atletico tetap bertahan di peringkat keempat dengan 57 poin. Meski posisi mereka relatif aman di zona Liga Champions, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa rotasi besar memiliki risiko tinggi, terutama saat menghadapi tim yang sedang berjuang keras untuk bertahan di liga.

Pertandingan ini menunjukkan bagaimana momentum dan efektivitas dapat menjadi faktor penentu. Sevilla mampu memanfaatkan peluang dengan maksimal, sementara Atletico harus membayar mahal keputusan strategis mereka di tengah padatnya jadwal kompetisi. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *