Jakarta, 22 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengatur waktu berangkat sebagai antisipasi kemacetan menuju stasiun saat Nataru 2025. Dorongan ini dilatarbelakangi oleh prediksi BMKG tentang cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi yang berpotensi memicu kemacetan parah di jalur-jalur menuju stasiun. Kemacetan dapat memperpanjang waktu tempuh dari rumah ke stasiun secara signifikan dan meningkatkan risiko penumpang tertinggal kereta.
Kesadaran waktu berangkat menjadi kunci penting mengingat tingginya volume perjalanan selama masa Nataru. Hingga 22 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket telah mencapai 2.447.504 dari 3.506.104 tempat duduk tersedia, dengan rincian 2.161.961 tiket kereta jarak jauh dan 285.543 tiket kereta lokal. Tingginya penjualan ini menciptakan kepadatan di stasiun-stasiun utama dan meningkatkan volume lalu lintas di sekitar area stasiun, terutama pada jam-jam keberangkatan favorit.
Data pergerakan penumpang menunjukkan peningkatan harian yang konsisten dari 157.301 penumpang pada 18 Desember menjadi 223.588 penumpang pada 21 Desember 2025. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menekankan pentingnya kesadaran waktu berangkat dalam mengantisipasi kemacetan. “Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak mepet dengan jadwal keberangkatan. Antisipasi kepadatan jalan akibat hujan penting dilakukan agar pelanggan terhindar dari risiko tertinggal kereta dan dapat memulai perjalanan dengan tenang,” jelasnya mengenai pentingnya perencanaan waktu yang matang.
KAI terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya datang lebih awal ke stasiun, terutama dalam kondisi cuaca buruk dan kemacetan. Penyediaan fasilitas pengering payung di stasiun-stasiun besar juga dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang datang lebih awal. Dengan mendorong kesadaran waktu berangkat, KAI berharap masyarakat dapat mengantisipasi kemacetan dengan lebih baik dan risiko tertinggal kereta dapat diminimalkan selama masa Nataru 2025.
(Redaksi)

