Jakarta, 03 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menargetkan pertumbuhan angkutan barang hingga 15 persen pada 2029 sebagai bagian dari strategi penguatan logistik nasional. Fokus utama adalah peningkatan kapasitas angkutan batu bara untuk mendukung ketahanan energi.
Target tersebut mencakup proyeksi angkutan 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara. Dengan kapasitas ini, KAI diharapkan dapat memenuhi lonjakan kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI, menekankan peran strategis angkutan barang. “Melalui operasional yang konsisten dan perencanaan jangka panjang, KAI terus menjadi mitra strategis dalam menjaga pasokan energi yang mendukung aktivitas ratusan juta masyarakat,” tuturnya.
Peningkatan kapasitas ini juga diikuti pengembangan terminal dan fasilitas baru, termasuk Terminal Tarahan II dan perluasan fasilitas Kertapati. Ekspansi ini memungkinkan pengiriman lebih banyak batu bara sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi.
Moda rel memiliki keunggulan mengangkut volume besar sekaligus menjaga ketepatan waktu. Satu rangkaian kereta barang dapat mengangkut hingga 30 gerbong, masing-masing berkapasitas 42 ton.
Selain memastikan pasokan energi, pengalihan distribusi ke kereta api membantu mengurangi beban jalan raya, menekan potensi kemacetan, dan memperpanjang umur infrastruktur darat. Hal ini sekaligus mendukung mobilitas masyarakat tetap lancar.
KAI juga mengimplementasikan sistem monitoring digital untuk memantau perjalanan kereta secara real time. Sistem ini memastikan jadwal distribusi dapat disesuaikan jika terjadi perubahan permintaan di PLTU.
Dengan strategi pertumbuhan angkutan barang yang terencana, KAI siap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong stabilitas logistik dan mobilitas masyarakat hingga 2029. (Redaksi)

