Perkuat Mitigasi Kerusuhan Komunal, Usulan Posisi Wakil Kepala dan Deputi Konflik Sosial Mengemuka di BNPB

7 Oktober 2026 – Upaya penanganan potensi gangguan stabilitas di masyarakat kini memasuki babak baru melalui wacana penguatan struktur organisasi penanggulangan bencana. Langkah strategis ini mencakup usulan pembentukan posisi Wakil Kepala serta Deputi Khusus Penanganan Konflik Sosial guna memperluas fokus kerja lembaga dari sekadar penanganan bencana alam menuju pemetaan risiko sosial. Kehadiran struktur baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran penanganan dari yang semula bersifat reaktif menjadi tindakan pencegahan dini yang jauh lebih terukur.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menegaskan pentingnya keterlibatan lembaga sejak tahap edukasi dan sosialisasi sebelum sebuah bentrokan komunal meluas. Pendekatan prediktif ini dirancang agar penanganan tidak lagi berfokus saat kerusakan fisik atau kerugian material sudah terjadi di lapangan. Melalui penguatan fungsi mitigasi, masyarakat dapat diberikan pemahaman yang mendalam sehingga potensi gesekan di tingkat bawah bisa diredam lebih cepat tanpa memicu timbulnya korban jiwa.

Sejalan dengan rencana pembenahan internal tersebut, wacana pembaharuan regulasi juga menjadi perhatian serius mengingat aturan hukum yang ada saat ini sudah berusia hampir dua dekade. Pembaruan Undang-Undang Penanggulangan Bencana dianggap sangat mendesak untuk menyesuaikan dinamika penanganan dinamika sosial antara pemerintah pusat dan daerah. Penyesuaian payung hukum ini diharapkan menjadi landasan yang kokoh bagi koordinasi lintas sektor dalam menjaga ketertiban serta keselamatan masyarakat secara menyeluruh. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *