22 September 2026 – Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa kembali membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan dua jenazah pada Senin, 21 September 2026, sehingga jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan kapal tersebut kini mencapai 15 orang. Meski sejumlah korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi, proses pencarian masih terus dilakukan karena 120 penumpang lainnya belum ditemukan.
Dua jenazah yang ditemukan berasal dari dua lokasi berbeda. Satu jenazah ditemukan di kawasan Pantai Seruyan, Kalimantan Tengah, sedangkan satu korban lainnya ditemukan di dalam badan kapal oleh tim penyelam yang terlibat dalam operasi pencarian. Kedua penemuan tersebut menjadi perkembangan penting bagi operasi SAR karena memberikan tambahan informasi mengenai lokasi kemungkinan korban lainnya.
Kepala SAR Mission Coordinator atau SMC Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan jenazah yang ditemukan di Pantai Seruyan telah dikoordinasikan dengan Kantor SAR Palangkaraya untuk proses evakuasi. Jenazah tersebut kemudian dibawa menuju Banjarmasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses tersebut dilakukan guna memastikan identitas korban sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga yang masih menunggu informasi mengenai anggota keluarganya.
Dengan ditemukannya dua jenazah terbaru tersebut, jumlah korban KM Virgo Transport 8 yang telah berhasil dievakuasi mencapai 123 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 108 korban lainnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Di sisi lain, masih terdapat 120 orang yang hingga kini belum ditemukan sehingga operasi pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
Wilayah Kalimantan Tengah menjadi salah satu titik penting dalam perkembangan pencarian korban. Hingga saat ini, terdapat dua jenazah yang ditemukan di wilayah tersebut, dengan waktu penemuan yang berbeda. Kedua jenazah kemudian diproses untuk dievakuasi menuju Banjarmasin agar dapat menjalani pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara itu, jenazah lain yang ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal telah dievakuasi menuju RS Bhayangkara Banjarmasin. Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta jarak antara lokasi penemuan dan fasilitas kesehatan yang menjadi tujuan. Basarnas juga mengoptimalkan dukungan udara untuk mempercepat proses pemindahan korban dari lokasi operasi.
Helikopter Basarnas digunakan untuk membantu proses evakuasi dan telah mendarat di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Penggunaan jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan korban, terutama ketika kondisi lokasi pencarian membuat proses pemindahan melalui jalur laut membutuhkan waktu lebih lama. Setelah tiba di fasilitas kesehatan, jenazah akan menjalani proses pemeriksaan dan identifikasi sesuai prosedur.
Operasi pencarian KM Virgo Transport 8 masih menghadapi tantangan karena jumlah korban yang belum ditemukan masih cukup besar. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan mengerahkan berbagai unsur, termasuk kapal pencarian, penyelam, serta dukungan udara. Setiap informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban juga terus ditindaklanjuti untuk memperluas cakupan pencarian.
Penemuan korban di Pantai Seruyan turut menjadi perhatian dalam operasi tersebut karena menunjukkan kemungkinan adanya korban yang terbawa arus hingga mencapai wilayah pesisir Kalimantan Tengah. Tim SAR dan aparat terkait perlu melakukan pencocokan data serta identifikasi untuk memastikan hubungan setiap jenazah dengan daftar penumpang KM Virgo Transport 8. Proses identifikasi menjadi tahap penting agar tidak terjadi kekeliruan dalam penetapan identitas korban.
Dengan total 15 korban meninggal dunia, 108 orang selamat, dan 120 orang masih dalam pencarian, operasi SAR KM Virgo Transport 8 masih menjadi pekerjaan besar bagi seluruh unsur yang terlibat. Tim penyelamat terus berupaya menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya sekaligus mengevakuasi setiap korban yang berhasil ditemukan. Pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, sementara proses identifikasi jenazah dilakukan secara bertahap untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban. (Redaksi)

