Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Diperluas, 130 Nelayan Turut Sisir Perairan

11 September 2026 – Upaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus diperluas. Memasuki hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan tidak hanya mengandalkan armada kapal dan dukungan udara, tetapi juga melibatkan masyarakat pesisir. Sebanyak 130 nelayan dari Pulau Sebesi, Lampung Selatan, ikut memantau perairan di sela aktivitas mereka mencari ikan untuk membantu menemukan keberadaan rombongan yang hingga kini masih dalam pencarian.

Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi atmosfer di sekitar Gunung Anak Krakatau. Asap vulkanik yang masih berada pada ketinggian tertentu membuat jarak pandang dari udara terbatas. Kondisi tersebut menyulitkan tim untuk melakukan pemantauan secara optimal menggunakan pesawat maupun helikopter, sehingga pencarian melalui jalur laut menjadi salah satu fokus utama operasi.

Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syafii mengatakan tim telah mencoba melakukan pemantauan dari udara sekaligus memasuki wilayah perairan dalam pelaksanaan operasi pencarian. Namun, kondisi asap di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau membuat visibilitas menjadi terbatas. Asap vulkanik dilaporkan masih berada hingga ketinggian sekitar 1.500 meter, sehingga pemantauan dari udara belum dapat dilakukan secara maksimal.

Kondisi tersebut membuat tim SAR harus menyesuaikan strategi pencarian dengan situasi di lapangan. Selain mengandalkan kapal pencarian, dukungan dari masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai kondisi perairan setempat dinilai penting. Para nelayan yang setiap hari beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda dapat membantu melakukan pengamatan terhadap benda atau kapal yang memiliki ciri sesuai dengan speedboat yang sedang dicari.

Helikopter Dikerahkan untuk Memperkuat Pencarian

Untuk memperkuat operasi SAR, sebuah helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 turut dikerahkan. Pesawat tersebut digunakan untuk membantu pemantauan wilayah operasi, khususnya kawasan perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau. Kehadiran dukungan udara diharapkan dapat memperluas jangkauan pengamatan ketika kondisi memungkinkan untuk dilakukan penerbangan.

Helikopter HR-3604 diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja pada pukul 12.36 WIB dan dijadwalkan menuju JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam operasi tersebut, rute penerbangan mencakup sejumlah titik yang berkaitan dengan wilayah pencarian, termasuk JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, serta area helipad. Dukungan udara menjadi salah satu bagian dari strategi pencarian untuk melengkapi penyisiran yang dilakukan oleh armada kapal.

Namun, pemanfaatan helikopter tetap harus menyesuaikan kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar lokasi. Asap vulkanik yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau menjadi faktor yang harus diperhitungkan oleh tim penerbangan. Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama sehingga pemantauan udara dilakukan dengan memperhatikan perkembangan situasi atmosfer dan kondisi operasional di lapangan.

Enam Kapal Dikerahkan

Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan enam kapal untuk menyisir wilayah perairan yang telah ditentukan. Armada tersebut terdiri dari KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, dan RIB 02 Banten. Masing-masing armada ditempatkan untuk melakukan pencarian pada sektor yang telah ditetapkan sebagai bagian dari strategi penyisiran kawasan.

Area pencarian juga diperluas hingga mencapai sekitar 2.109 mil laut persegi. Perluasan wilayah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan speedboat terbawa arus atau berpindah dari lokasi terakhir ketika komunikasi terputus. Tim gabungan harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk arus laut, arah angin, kondisi gelombang, serta kemungkinan pergerakan kapal setelah mengalami kehilangan kontak.

Wilayah operasi kemudian dibagi menjadi enam sektor pencarian. Salah satu sektor yang mendapat dukungan masyarakat adalah sektor E, yang mencakup wilayah pesisir Banten. Pada sektor tersebut, nelayan akan membantu melakukan pemantauan di sepanjang kawasan pesisir dengan tetap berkoordinasi bersama tim SAR. Pelibatan nelayan diharapkan dapat menambah cakupan pencarian sekaligus mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan rombongan.

130 Nelayan Pulau Sebesi Ikut Mencari

Keterlibatan masyarakat dalam pencarian juga datang dari Pulau Sebesi, Lampung Selatan. Sebanyak sekitar 130 nelayan dari 13 kelompok nelayan di Desa Tejang diminta ikut mengamati kondisi laut selama mereka menjalankan aktivitas melaut. Mereka tidak secara khusus meninggalkan mata pencaharian untuk melakukan operasi SAR, tetapi diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan speedboat atau benda mencurigakan di tengah perjalanan.

Informasi mengenai pencarian telah disampaikan kepada kelompok-kelompok nelayan, ketua RT, serta kepala dusun. Dengan jaringan komunikasi tersebut, diharapkan informasi mengenai keberadaan objek yang diduga berkaitan dengan rombongan dapat segera diteruskan kepada pihak berwenang. Pengamatan dari nelayan menjadi tambahan penting karena mereka memiliki aktivitas rutin di wilayah perairan yang relatif dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Para nelayan juga diminta tidak mengabaikan keselamatan mereka sendiri selama melakukan pemantauan. Kondisi laut menuju kawasan Krakatau dilaporkan sedang kurang bersahabat dengan gelombang yang cukup besar dan angin yang kencang. Situasi tersebut membuat sebagian nelayan memilih mengambil jalur lain ketika melaut dan tidak menuju kawasan Krakatau secara langsung.

Pulau Sebesi sendiri berada di wilayah yang cukup dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau. Dari Desa Tejang, perjalanan menggunakan kapal nelayan menuju kawasan Krakatau dapat memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Kedekatan geografis tersebut membuat masyarakat Pulau Sebesi memiliki posisi strategis untuk membantu memberikan informasi mengenai kondisi perairan dan objek yang ditemukan selama aktivitas melaut.

Keluarga Korban Diminta Mendapat Pendampingan

Di tengah berlangsungnya pencarian, perhatian juga diarahkan kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka. Proses pencarian yang berlangsung selama beberapa hari tentu menimbulkan tekanan emosional yang besar bagi keluarga. Karena itu, pendampingan dan komunikasi secara berkala dinilai penting agar keluarga memperoleh informasi mengenai perkembangan operasi secara jelas.

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memastikan keluarga mendapatkan pendampingan selama proses pencarian berlangsung. Selain pembaruan informasi mengenai perkembangan operasi SAR, perhatian terhadap kondisi psikologis keluarga juga dinilai perlu menjadi bagian dari penanganan. Kepastian informasi dapat membantu keluarga memahami perkembangan situasi sekaligus mengurangi ketidakpastian selama proses pencarian.

Perlindungan terhadap para jurnalis yang sedang menjalankan tugas juga menjadi perhatian dalam peristiwa tersebut. Aktivitas jurnalistik di lapangan memiliki risiko, terutama ketika dilakukan di wilayah dengan kondisi alam yang dinamis. Karena itu, upaya pencarian terhadap seluruh anggota rombongan diharapkan dilakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Sementara itu, masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau diimbau untuk tidak mendekati wilayah yang dinilai berbahaya. Kondisi gunung api, asap, cuaca laut, serta gelombang di sekitar perairan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas dan informasi resmi terkait perkembangan pencarian maupun kondisi kawasan.

Hingga pencarian memasuki hari ketiga, tim gabungan masih berupaya menemukan lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak. Penyisiran melalui laut, dukungan udara, serta keterlibatan nelayan terus dilakukan untuk memperluas jangkauan operasi. Dengan bertambahnya unsur yang terlibat, tim SAR berharap keberadaan rombongan dapat segera diketahui dan seluruh proses pencarian dapat memberikan hasil secepat mungkin. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *