3 Agustus 2026 – Perjalanan laut dari Surabaya menuju Makassar berubah menjadi tragedi setelah KM Mutiara Sentosa 2 dilanda kebakaran di perairan utara Sumenep, Madura. Insiden yang terjadi pada Minggu pagi itu memicu kepanikan di tengah laut ketika api dengan cepat membesar dan menyelimuti sebagian kapal. Ratusan penumpang berupaya menyelamatkan diri, sementara tim penyelamat bersama kapal kapal yang berada di sekitar lokasi bergerak cepat melakukan proses evakuasi. Di balik keberhasilan penyelamatan ratusan orang, peristiwa ini juga menelan korban jiwa dan kini menjadi perhatian serius aparat berwenang.
KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya menuju Makassar dilaporkan mulai terbakar sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB saat berada di perairan utara Pulau Madura. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari badan kapal dan menjadi tanda awal kondisi darurat yang dihadapi para penumpang serta awak kapal. Sejumlah rekaman video yang beredar memperlihatkan para penumpang telah mengenakan jaket pelampung sambil berkumpul di area dek kapal menunggu bantuan datang.
Situasi yang semakin memburuk membuat sebagian penumpang mengambil keputusan untuk melompat ke laut demi menghindari kobaran api. Mereka bertahan di permukaan air menggunakan pelampung hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tim penyelamat memprioritaskan proses penyelamatan terhadap penumpang yang masih berada di atas kapal maupun mereka yang sudah berada di laut agar seluruh korban dapat segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Sebelum komunikasi terputus, nakhoda kapal sempat mengirimkan laporan darurat kepada pihak perusahaan mengenai kebakaran yang terjadi. Namun setelah informasi awal tersebut disampaikan, kontak dengan kapal tidak lagi dapat dilakukan sehingga menambah kekhawatiran terhadap kondisi penumpang dan awak kapal. Menyikapi situasi tersebut, berbagai instansi maritim segera berkoordinasi untuk melacak posisi kapal dan mengerahkan armada penyelamat menuju lokasi kejadian.
Operasi penyelamatan melibatkan tim SAR gabungan bersama sejumlah kapal niaga dan kapal tunda yang berada tidak jauh dari titik kebakaran. Berkat kerja sama tersebut, ratusan penumpang berhasil dievakuasi secara bertahap. Hingga proses pendataan sementara, sebanyak 222 orang berhasil dievakuasi, dengan 218 di antaranya dinyatakan selamat. Para korban dievakuasi menggunakan berbagai kapal yang ikut membantu proses penyelamatan di tengah laut.
Di tengah proses evakuasi yang berlangsung, aparat kepolisian juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Tim dari Direktorat Polisi Perairan dan Udara diterjunkan ke kawasan perairan Madura guna mengumpulkan data, memeriksa kondisi lokasi kejadian, serta mendalami berbagai kemungkinan yang menjadi pemicu insiden tersebut. Penyelidikan dilakukan bersamaan dengan upaya pencarian terhadap seluruh penumpang dan awak kapal.
Meski sebagian besar penumpang berhasil diselamatkan, musibah ini tetap meninggalkan duka mendalam. Empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Seluruh korban ditemukan dalam proses evakuasi yang dilakukan oleh beberapa kapal yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Sementara itu, tim SAR bersama unsur maritim lainnya terus melanjutkan pencarian untuk memastikan tidak ada lagi penumpang ataupun awak kapal yang masih tertinggal di lokasi kejadian.
Peristiwa kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menjadi pengingat penting mengenai keselamatan pelayaran di Indonesia. Evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran, kesiapan sistem keselamatan kapal, serta prosedur penanganan keadaan darurat diharapkan dapat segera dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan terus meningkatkan pengawasan terhadap armada penumpang demi menjamin keamanan seluruh masyarakat yang menggunakan transportasi laut. (Redaksi)

