Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Erupsi Dua Kali, Semburkan Abu Vulkanik Hingga 1.600 Meter

24 Juli 2026 – Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat pada Jumat (24/7/2026). Dalam rentang waktu kurang dari satu jam, gunung api tersebut mengalami dua kali erupsi yang menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 1.600 meter di atas puncak. Peristiwa ini menjadi bagian dari aktivitas vulkanik yang terus dipantau secara intensif oleh petugas.

Berdasarkan hasil pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.39 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.600 meter dari puncak gunung atau mencapai kurang lebih 3.184 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik tampak berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah utara serta barat laut mengikuti arah angin.

Selain visual letusan, aktivitas vulkanik juga terekam melalui peralatan pemantauan seismik. Erupsi pertama tercatat memiliki amplitudo maksimum sebesar 47,3 milimeter dengan durasi sekitar 150 detik. Data tersebut menunjukkan adanya pelepasan energi vulkanik yang cukup signifikan selama proses letusan berlangsung.

Tidak lama setelah letusan pertama, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengalami erupsi pada pukul 07.24 WITA. Pada letusan kedua ini, tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.100 meter di atas puncak atau sekitar 2.684 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu dari erupsi kedua juga terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Arah sebaran abu masih didominasi menuju wilayah barat dan barat laut, sehingga masyarakat yang berada di jalur tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu apabila aktivitas vulkanik terus berlanjut.

Hasil pemantauan seismograf menunjukkan bahwa letusan kedua memiliki amplitudo maksimum 22,2 milimeter dengan durasi sekitar 118 detik. Meski lebih rendah dibandingkan erupsi pertama, aktivitas tersebut tetap menjadi indikator bahwa proses vulkanik di dalam gunung masih berlangsung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki melalui jaringan pengamatan visual dan instrumen seismik. Data yang diperoleh menjadi dasar dalam mengevaluasi tingkat aktivitas gunung serta menentukan langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan intensitas erupsi.

Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung maupun pihak terkait diharapkan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas vulkanologi. Kepatuhan terhadap rekomendasi yang dikeluarkan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meningkat dalam beberapa waktu ke depan. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *