14 Juni 2026 – Babak perempatfinal Piala Dunia 2026 menghadirkan dua pertandingan penuh ketegangan yang akhirnya mempertemukan Inggris dan Argentina di semifinal. Kedua tim harus bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu demi mengamankan tiket ke empat besar. Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk menyingkirkan Norwegia dengan skor 2-1, sementara Argentina mengatasi perlawanan sengit Swiss dengan kemenangan 3-1. Hasil tersebut memastikan duel dua raksasa sepak bola dunia akan tersaji pada semifinal yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli mendatang.
Inggris menghadapi ujian berat saat berjumpa Norwegia di Miami Stadium. Tim asuhan Thomas Tuchel langsung dikejutkan oleh gol cepat Andreas Schjelderup yang membawa Norwegia unggul lebih dahulu. Penyerang muda itu melepaskan tembakan dari sisi kanan kotak penalti yang sempat membentur tiang sebelum bersarang ke gawang Inggris. Keunggulan tersebut membuat Norwegia tampil lebih percaya diri, sementara Inggris berusaha meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan sebelum turun minum.
Upaya Inggris akhirnya membuahkan hasil pada masa injury time babak pertama. Jude Bellingham sukses menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan umpan tarik Anthony Gordon. Gelandang Real Madrid itu mengontrol bola dengan tenang sebelum melepaskan tembakan yang gagal dihentikan kiper Norwegia. Harry Kane sebenarnya sempat mencetak gol beberapa saat kemudian, namun gol tersebut dianulir karena posisi offside sehingga skor 1-1 bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, Norwegia sempat kembali bersorak setelah Torbjorn Heggem mencetak gol melalui situasi sepak pojok. Akan tetapi, wasit membatalkan gol tersebut setelah meninjau tayangan VAR. Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson dalam proses terciptanya gol. Keputusan itu membuat skor tetap imbang, sementara kedua tim terus saling menyerang hingga waktu normal berakhir tanpa tambahan gol dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak extra time.
Pada babak tambahan, Jude Bellingham kembali menjadi pembeda. Ia memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Morgan Rogers yang gagal diamankan secara sempurna oleh Orjan Nyland untuk membawa Inggris berbalik unggul 2-1. Inggris sempat memperoleh hadiah penalti setelah Eberechi Eze terjatuh di kotak terlarang, namun keputusan tersebut dibatalkan usai pemeriksaan VAR. Meski gagal menambah keunggulan, Tim Tiga Singa mampu mempertahankan skor hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan langkah ke semifinal.
Di pertandingan lainnya, Argentina harus berjuang keras menghadapi Swiss di Arrowhead Stadium, Kansas City. Tim Tango tampil agresif sejak awal laga dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-10. Alexis Mac Allister mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi. Gol cepat tersebut membuat Argentina mengendalikan permainan pada awal pertandingan, sementara Swiss berusaha menemukan ritme permainan untuk memberikan perlawanan.
Swiss perlahan mulai bangkit dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Breel Embolo sempat memiliki kesempatan emas, namun berhasil digagalkan Emiliano Martinez. Memasuki babak kedua, tekanan Swiss semakin meningkat hingga akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Dan Ndoye sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan umpan Ricardo Rodriguez dan menaklukkan Martinez melalui tembakan ke tiang dekat.
Situasi kemudian berubah drastis ketika Breel Embolo menerima kartu kuning kedua. Awalnya wasit sempat memberikan kartu kepada Leandro Paredes, tetapi setelah melihat tayangan VAR diputuskan bahwa Embolo melakukan aksi diving. Kartu untuk Paredes dibatalkan dan Embolo justru harus meninggalkan lapangan karena telah lebih dahulu menerima kartu kuning di babak pertama. Meski unggul jumlah pemain, Argentina tetap kesulitan menembus pertahanan rapat Swiss sehingga skor imbang bertahan hingga akhir waktu normal.
Kebuntuan Argentina akhirnya pecah pada babak kedua perpanjangan waktu. Julian Alvarez mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-112 untuk membawa Argentina kembali unggul. Saat Swiss mulai mengambil risiko demi mengejar ketertinggalan, Lautaro Martinez memanfaatkan ruang yang terbuka untuk mencetak gol ketiga pada masa tambahan waktu. Skor 3-1 menutup pertandingan sekaligus memastikan Argentina melangkah ke semifinal.
Keberhasilan Inggris dan Argentina melaju ke empat besar membuka peluang terciptanya salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026. Inggris datang dengan modal semangat juang tinggi berkat penampilan gemilang Jude Bellingham yang mencetak dua gol penentu kemenangan. Di sisi lain, Argentina menunjukkan mental juara dengan tetap tenang hingga akhirnya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan kemenangan. Pertemuan kedua tim diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan karena mempertemukan dua kandidat kuat peraih gelar juara dunia. (Redaksi)

