23 Mei 2026 – Pekan terakhir Super League 2025 hingga 2026 menghadirkan duel menarik antara Dewa United dan Bali United. Meski tidak lagi menentukan perebutan gelar juara, pertandingan tetap berlangsung penuh intensitas. Kedua tim sama-sama ingin menutup musim dengan hasil positif, namun pada akhirnya hanya satu tim yang tersenyum di akhir laga.
Bali United berhasil mengakhiri musim dengan kemenangan penting usai menundukkan Dewa United dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung di Banten International Stadium, Serang, Jumat malam WIB.
Gol tunggal yang lahir menjelang akhir babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan ketat tersebut. Hasil ini sekaligus menjadi penutup manis bagi Serdadu Tridatu sebelum memasuki persiapan musim berikutnya.
Sejak awal laga, Dewa United tampil cukup agresif.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, pasukan Jan Olde Riekerink langsung mengambil inisiatif serangan dan mencoba menekan pertahanan Bali United.
Peluang pertama hadir saat pertandingan memasuki menit kesembilan.
Alex Martins menjadi pemain yang pertama mengancam pertahanan lawan. Namun upayanya belum mampu menghasilkan gol pembuka bagi tuan rumah.
Bali United tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut.
Tim asuhan Johnny Jansen perlahan mulai membangun permainan dan mencoba keluar dari tekanan. Beberapa serangan balik cepat sempat membuat lini belakang Dewa United harus bekerja ekstra.
Boris Kopitovic sempat memperoleh kesempatan berbahaya. Sayangnya, penyelesaian akhirnya masih belum mengarah tepat sasaran.
Secara keseluruhan, Dewa United memang tampil lebih dominan sepanjang babak pertama.
Penguasaan bola dan intensitas serangan lebih banyak berada di pihak tuan rumah. Namun masalah utama mereka terletak pada penyelesaian akhir yang kurang efektif.
Saat Dewa United sibuk menekan, Bali United justru berhasil mencuri momentum.
Menjelang turun minum tepatnya pada menit ke-42, tim tamu sukses memecah kebuntuan.
Gol bermula dari kerja sama apik di sisi serangan yang dibangun Teppei Yachida. Umpan yang dikirimkan berhasil dimanfaatkan Kadek Arel dengan sempurna untuk menaklukkan penjaga gawang Dewa United.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi tim tuan rumah.
Skor 1-0 untuk Bali United bertahan hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, pola permainan sedikit berubah.
Bali United tampil lebih berani dan agresif untuk menjaga keunggulan. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga tetap mencoba mencari gol tambahan.
Teppei Yachida kembali menjadi pemain yang cukup aktif menciptakan ancaman.
Dua peluang yang didapatkannya pada awal babak kedua hampir saja memperbesar keunggulan Bali United.
Namun kiper Dewa United, Sonny Stevens, tampil cukup sigap dan berhasil menggagalkan peluang tersebut.
Sementara itu, Dewa United mulai mengalami kesulitan menembus pertahanan lawan.
Beberapa percobaan dari Noah Sadaoui dan Edo Febriansyah belum mampu membongkar rapatnya lini belakang Serdadu Tridatu.
Melihat situasi tersebut, pelatih Jan Olde Riekerink mencoba melakukan perubahan.
Sejumlah pergantian pemain dilakukan demi menambah daya gedor. Ivar Jenner dan Alexis Messidoro ditarik keluar untuk memberi kesempatan kepada Rafael Struick dan Kodai Tanaka.
Tidak lama berselang, Egy Maulana Vikri juga dimasukkan untuk menambah variasi serangan.
Namun berbagai perubahan itu belum mampu mengubah keadaan.
Meski Dewa United terus mencoba menekan hingga menit-menit akhir, peluang yang tercipta masih belum cukup efektif untuk menghasilkan gol penyama kedudukan.
Pertahanan Bali United tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan tipis 1-0 pun resmi menjadi milik tim tamu.
Tambahan tiga poin membuat Bali United mengakhiri musim dengan koleksi 51 poin dari 34 pertandingan.
Hasil tersebut sementara membawa klub asal Pulau Dewata naik ke posisi ketujuh klasemen dan melewati Bhayangkara Presisi yang masih memiliki satu pertandingan tersisa.
Sementara itu, Dewa United harus puas menutup musim di posisi keenam dengan raihan 54 poin.
Bagi Bali United, kemenangan ini menjadi penutup yang cukup positif setelah menjalani musim penuh dinamika.
Sedangkan bagi Dewa United, hasil ini menjadi pengingat bahwa dominasi permainan belum tentu selalu berakhir dengan kemenangan jika peluang gagal dimaksimalkan dengan baik. (Redaksi)

