23 Mei 2026 – Timnas Jepang kembali menunjukkan perubahan besar dalam peta perkembangan sepak bola mereka. Menjelang Piala Dunia 2026, skuad Samurai Biru hadir dengan wajah yang semakin internasional. Dominasi pemain yang berkarier di Eropa kini terlihat semakin nyata, bahkan jumlah pemain dari kompetisi domestik bisa dihitung dengan jari.
Fenomena tersebut menjadi bukti bagaimana proyek pengembangan sepak bola Jepang selama bertahun-tahun mulai menghasilkan dampak besar. Dari 26 pemain yang dipanggil, hanya tiga nama yang masih bermain di kompetisi lokal Jepang atau J League.
Mayoritas pemain pilihan pelatih Hajime Moriyasu kini berkarier di berbagai liga elite Eropa.
Komposisi skuad Jepang untuk Piala Dunia 2026 memperlihatkan perubahan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Jika dahulu kompetisi domestik menjadi fondasi utama tim nasional, kini pusat kekuatan Jepang justru tersebar di sejumlah liga Eropa.
Kondisi tersebut dianggap sebagai salah satu indikator perkembangan sepak bola Jepang dalam beberapa tahun terakhir.
Namun di balik daftar skuad yang diumumkan, ada sejumlah kejutan.
Jepang dipastikan kehilangan Kaoru Mitoma yang harus absen karena mengalami cedera paha. Kehilangan winger Brighton tersebut tentu menjadi pukulan tersendiri mengingat perannya yang cukup penting dalam sektor serangan.
Selain Mitoma, Takumi Minamino juga dipastikan tidak masuk skuad.
Pemain yang selama ini menjadi salah satu sosok berpengalaman di lini depan harus menepi akibat cedera ligamen lutut atau ACL yang dialaminya.
Absennya dua pemain penting itu membuat Hajime Moriyasu harus memutar strategi dan mencari alternatif baru.
Meski kehilangan beberapa nama besar, Jepang tetap datang dengan skuad yang memiliki kualitas kompetitif.
Yang menarik perhatian justru komposisi pemain lokal yang sangat sedikit.
Hanya tiga pemain yang masih bermain di J League.
Mereka adalah penjaga gawang Keisuke Osako dari Sanfrecce Hiroshima, Tomoki Hayakawa dari Kashima Antlers, serta bek senior Yuto Nagatomo yang saat ini memperkuat FC Tokyo.
Namun ketiganya diprediksi tidak akan menjadi pilihan utama.
Di sektor penjaga gawang, posisi utama hampir dipastikan menjadi milik Zion Suzuki yang saat ini bermain di kompetisi Serie A bersama Parma.
Sementara Osako dan Hayakawa kemungkinan besar berperan sebagai pelapis.
Untuk Yuto Nagatomo, perannya juga diperkirakan lebih besar di luar lapangan.
Bek veteran berusia 39 tahun itu diyakini dipanggil karena faktor pengalaman dan kepemimpinan. Sosok Nagatomo dinilai mampu menjadi mentor bagi para pemain muda yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia.
Keberadaan pemain senior seperti dirinya juga penting untuk menjaga keseimbangan ruang ganti.
Menariknya, salah satu liga yang paling banyak menyumbang pemain Jepang kali ini adalah Eredivisie Belanda.
Total lima pemain Samurai Biru saat ini bermain di kompetisi tersebut. Hal ini memperlihatkan bagaimana Liga Belanda masih menjadi salah satu tujuan favorit pemain Jepang untuk mengembangkan karier di Eropa.
Selain Eredivisie, Liga Inggris juga memberikan kontribusi penting.
Nama Wataru Endo yang bermain bersama Liverpool menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Jepang. Selain Endo, terdapat Daichi Kamada dari Crystal Palace dan Ao Tanaka yang kini memperkuat Leeds United.
Sementara sektor kreativitas tim akan kembali bertumpu pada Takefusa Kubo.
Pemain Real Sociedad tersebut diperkirakan menjadi salah satu motor utama permainan Jepang sepanjang turnamen.
Kecepatan, teknik, dan kemampuan menciptakan peluang menjadikannya sebagai sosok penting dalam skema Hajime Moriyasu.
Di lini depan, Jepang juga memiliki sejumlah opsi menarik seperti Ayase Ueda dan Keito Nakamura yang diharapkan mampu menjadi sumber gol.
Jepang sendiri tergabung di Grup F Piala Dunia 2026 bersama Belanda, Swedia, dan Tunisia.
Grup tersebut diprediksi menghadirkan tantangan yang cukup berat.
Belanda jelas menjadi lawan paling menonjol, sementara Swedia dan Tunisia juga bukan tim yang bisa diremehkan.
Kini pertanyaan besar mulai muncul.
Seberapa jauh Jepang bisa melangkah di Piala Dunia kali ini?
Dalam beberapa edisi terakhir, Samurai Biru selalu mampu tampil kompetitif dan beberapa kali merepotkan tim-tim besar dunia.
Dengan mayoritas pemain yang sudah terbiasa tampil di liga elite Eropa, Jepang datang dengan modal pengalaman dan kualitas yang semakin matang.
Dan satu hal terlihat semakin jelas.
Timnas Jepang kini bukan lagi sekadar kekuatan Asia, tetapi perlahan berubah menjadi tim dengan karakter sepak bola global. (Redaksi)

