11 Mei 2026 – AC Milan kembali mendapat pukulan telak dalam persaingan papan atas Serie A musim 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Siro, Rossoneri harus menelan kekalahan menyakitkan 2-3 dari Atalanta dalam pertandingan penuh drama dan hujan gol.
Hasil ini menjadi alarm serius bagi Milan yang tengah berjuang mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Kekalahan di kandang sendiri membuat posisi mereka di klasemen semakin terancam, sementara rival-rival terdekat terus memberikan tekanan.
Pertandingan berjalan menarik sejak menit awal. AC Milan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan agresif menekan pertahanan Atalanta. Tim tuan rumah bahkan mencatatkan total 20 percobaan sepanjang laga dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Namun, efektivitas justru menjadi milik tim tamu. Atalanta tampil lebih tenang dan mampu memaksimalkan peluang yang mereka dapatkan.
Rossoneri sempat membuka ancaman pertama melalui Adrien Rabiot pada menit keempat. Sayangnya, peluang tersebut masih melebar tipis dari sasaran.
Tidak lama kemudian, Atalanta langsung menghukum kelengahan pertahanan Milan. Pada menit keenam, Ederson sukses mencetak gol pembuka setelah memanfaatkan bola liar hasil tembakan Giacomo Raspadori yang sempat diblok pemain belakang Milan.
Gol cepat tersebut membuat pertandingan semakin hidup. Milan mencoba meningkatkan tekanan untuk mencari gol balasan, tetapi Atalanta justru tampil semakin percaya diri dalam melancarkan serangan balik cepat.
Tim tamu berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-29 melalui Davide Zappacosta. Proses gol berawal dari umpan lambung Charles De Ketelaere kepada Nikola Krstovic di dalam kotak penalti. Bola kemudian diarahkan kepada Zappacosta yang langsung melepaskan sepakan keras melewati Mike Maignan.
Skor 2-0 untuk Atalanta bertahan hingga turun minum dan membuat publik San Siro mulai frustrasi melihat performa tim kesayangan mereka.
Memasuki babak kedua, Milan mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan Christopher Nkunku untuk menambah daya gedor lini depan. Namun, bukannya memperkecil ketertinggalan, Rossoneri justru kembali kebobolan.
Gol ketiga Atalanta lahir dari kesalahan Milan sendiri di lini tengah. Rafael Leao kehilangan penguasaan bola yang kemudian direbut Marten de Roon. Bola langsung diberikan kepada Ederson yang dengan cerdas mengirim umpan terobosan kepada Giacomo Raspadori.
Penyerang Atalanta itu tanpa ragu melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok atas gawang Maignan. Gol tersebut membuat Atalanta unggul 3-0 dan berada di atas angin.
Meski tertinggal jauh, Milan tidak menyerah begitu saja. Mereka terus mencoba membongkar pertahanan Atalanta yang bermain disiplin sepanjang pertandingan.
Usaha Rossoneri akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-86. Strahinja Pavlovic berhasil memperkecil ketertinggalan melalui sundulan keras setelah memanfaatkan sepak pojok Samuel Ricci.
Gol itu membangkitkan semangat Milan di menit-menit akhir pertandingan. Tekanan demi tekanan terus diberikan hingga akhirnya mereka mendapatkan hadiah penalti pada masa injury time.
Christopher Nkunku yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna setelah sebelumnya dijatuhkan Marten de Roon di kotak terlarang. Tendangan penalti pemain asal Prancis tersebut meluncur ke pojok atas gawang dan gagal dijangkau Marco Carnesecchi.
Skor berubah menjadi 3-2 dan membuat suasana pertandingan semakin menegangkan. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Milan untuk menyamakan kedudukan.
Peluit panjang akhirnya memastikan kemenangan penting bagi Atalanta di San Siro. Tambahan tiga poin membuat tim asal Bergamo tetap menjaga peluang mereka di papan tengah Serie A dengan koleksi 58 poin dari 36 pertandingan.
Sementara itu, kekalahan ini membuat situasi AC Milan semakin rumit dalam perebutan tiket Liga Champions. Rossoneri kini harus rela turun ke posisi kelima setelah disalip Juventus yang naik ke peringkat keempat.
Tidak hanya itu, perolehan poin Milan juga sudah disamai AS Roma yang terus memberikan tekanan dalam persaingan zona Eropa. Situasi klasemen Serie A kini semakin ketat karena lima tim masih bersaing memperebutkan sisa tiket menuju Liga Champions musim depan.
Kekalahan dari Atalanta juga memperlihatkan sejumlah masalah yang belum terselesaikan dalam permainan Milan. Meski mampu menciptakan banyak peluang, lini pertahanan mereka tampil rapuh dan mudah dihukum lewat serangan balik cepat lawan.
Dalam lima pertandingan terakhir, Milan sudah menelan tiga kekalahan yang membuat posisi mereka semakin tidak aman menjelang akhir musim.
Jika tidak segera bangkit, Rossoneri berisiko kehilangan tempat di Liga Champions, sesuatu yang tentu akan menjadi pukulan besar bagi ambisi klub musim depan. (Redaksi)

