8 Mei 2026 – Aston Villa menunjukkan mental baja saat membalikkan keadaan secara dramatis untuk memastikan tempat di final Liga Europa musim ini. Sempat tertinggal agregat dari Nottingham Forest, tim asuhan Unai Emery tampil luar biasa di Villa Park dan menghancurkan lawannya dengan skor telak 4-0.
Kemenangan tersebut bukan hanya memastikan langkah The Villans ke partai puncak, tetapi juga menandai kebangkitan salah satu klub tradisional Inggris di kompetisi Eropa. Setelah bertahun-tahun tenggelam dari persaingan elite benua biru, Aston Villa kini kembali berdiri di ambang sejarah baru.
Atmosfer Villa Park sudah terasa panas sejak awal pertandingan. Aston Villa datang ke leg kedua semifinal dengan beban kekalahan 0-1 dari pertemuan pertama. Namun, dukungan penuh suporter membuat tuan rumah tampil agresif sejak menit awal.
Pasukan Unai Emery langsung mengambil alih permainan dan terus menekan pertahanan Nottingham Forest. Serangan demi serangan dibangun melalui kombinasi cepat di lini tengah dan eksploitasi sisi sayap yang membuat tim tamu kesulitan keluar dari tekanan.
Dominasi Villa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36. Ollie Watkins menjadi pemain pertama yang memecah kebuntuan setelah sukses memanfaatkan peluang di depan gawang. Gol tersebut membuat agregat kembali imbang sekaligus membakar semangat seluruh pemain tuan rumah.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Aston Villa semakin meningkat. Nottingham Forest mencoba bertahan rapat dan sesekali mengandalkan serangan balik, tetapi tekanan tanpa henti dari Villa membuat lini belakang mereka mulai kehilangan konsentrasi.
Momen penting datang pada menit ke-58 ketika Aston Villa mendapatkan hadiah penalti. Emiliano Buendia yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Villa unggul secara agregat untuk pertama kalinya dalam duel semifinal ini.
Setelah berhasil membalikkan keadaan, Aston Villa tidak berhenti menyerang. Nottingham Forest semakin kesulitan menghadapi tempo permainan cepat yang diperagakan tuan rumah.
John McGinn kemudian tampil sebagai penentu kemenangan lewat dua gol beruntun pada menit ke-77 dan 80. Gelandang asal Skotlandia itu menunjukkan kualitas kepemimpinannya dengan penyelesaian klinis yang memastikan Villa mengunci kemenangan telak 4-0.
Secara statistik, kemenangan Aston Villa memang sangat layak didapatkan. Mereka tampil dominan sepanjang pertandingan dengan mencatatkan 18 tembakan, jauh mengungguli Nottingham Forest yang hanya mampu menghasilkan tujuh percobaan.
Keberhasilan melaju ke final Liga Europa menjadi pencapaian besar bagi Unai Emery. Pelatih asal Spanyol itu kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu manajer paling sukses di kompetisi ini.
Sebelumnya, Emery sudah empat kali mengangkat trofi Liga Europa. Tiga gelar ia raih bersama Sevilla, sementara satu trofi lainnya didapat ketika menangani Villarreal. Kini, ia memiliki peluang menambah koleksi gelarnya bersama Aston Villa.
Bagi Aston Villa sendiri, final ini membuka kesempatan untuk kembali merasakan kejayaan Eropa setelah puluhan tahun. Klub asal Birmingham itu pernah mencatat sejarah besar dengan menjuarai Piala Champions musim 1981/1982, yang kini dikenal sebagai Liga Champions. Mereka juga pernah mengangkat trofi Piala Super Eropa pada tahun 1982.
Di final nanti, Aston Villa akan menghadapi wakil Jerman, Freiburg, yang juga lolos secara dramatis melalui skenario comeback.
Freiburg berhasil membalikkan keadaan setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Braga pada leg pertama semifinal. Bermain di kandang sendiri, klub Bundesliga tersebut tampil penuh determinasi dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain sejak awal pertandingan.
Braga harus bermain dengan 10 orang setelah Mario Dorgeles menerima kartu merah cepat akibat melanggar Niklas Beste yang berada dalam posisi mencetak peluang emas.
Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan Freiburg untuk mengontrol pertandingan. Lukas Kubler membuka keunggulan sebelum Jhan Manzambi menggandakan skor menjelang turun minum.
Kubler kemudian mencetak gol keduanya di babak kedua untuk memperbesar keunggulan Freiburg. Braga sempat memperkecil ketertinggalan melalui Pau Victor, tetapi skor 3-1 tetap bertahan hingga akhir laga dan memastikan Freiburg menang agregat 4-3.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi Freiburg karena untuk pertama kalinya mereka berhasil mencapai final kompetisi Eropa.
Final Liga Europa musim ini pun dipastikan menghadirkan duel menarik antara dua tim yang sama-sama melaju lewat comeback dramatis. Aston Villa membawa pengalaman dan tradisi besar sepak bola Inggris, sementara Freiburg hadir sebagai kuda hitam yang siap menciptakan kejutan.
Partai final dijadwalkan berlangsung di Besiktas Stadium pada 21 Mei mendatang. Pertandingan itu juga akan menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara Aston Villa dan Freiburg.
Dengan performa impresif yang diperlihatkan kedua tim sepanjang turnamen, final Liga Europa musim ini diprediksi berlangsung sengit dan penuh drama. (Redaksi)

