7 Mei 2026 – Dunia e-sport Indonesia kembali mencuri perhatian, kali ini lewat industri perfilman. Kisah perjalanan karier Kairi Rayosdelsol, jungler andalan ONIC Esports, resmi diangkat menjadi film layar lebar berjudul Nobody Loves Kay. Film yang dijadwalkan tayang pada Juni 2026 itu menghadirkan cerita emosional tentang perjuangan anak muda mengejar mimpi di tengah tekanan hidup dan ekspektasi sosial.

Pengumuman film tersebut diperkenalkan dalam sesi media gathering di Jakarta yang turut dihadiri para pemain serta tim produksi. Sejumlah aktor muda dan nama senior industri hiburan ikut memperkuat proyek ini, di antaranya Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, hingga Ariyo Wahab.

Film ini disutradarai oleh Bernardus Raka dan diproduseri oleh Giovanni Rahmadeva. Mengusung genre coming of age, Nobody Loves Kay tidak hanya menampilkan kerasnya persaingan di dunia e-sport, tetapi juga menggali sisi personal seorang anak muda yang berusaha menemukan jati diri dan mempertahankan mimpinya.

Bernardus Raka mengungkapkan bahwa ia memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan cerita yang diangkat. Menurutnya, perjuangan karakter utama terasa sangat dekat dengan pengalaman hidup pribadinya, sehingga proses penyutradaraan menjadi lebih mendalam dan personal.

Awalnya, proyek ini dikembangkan dalam format film pendek. Namun, setelah melihat potensi cerita yang dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini, tim produksi memutuskan untuk mengembangkannya menjadi film layar lebar.

Menariknya, film ini tidak hanya ditujukan bagi komunitas gamer atau penggemar e-sport semata. Sang sutradara menegaskan bahwa inti cerita yang diangkat bersifat universal dan bisa dinikmati oleh semua kalangan. Tema tentang mimpi, tekanan sosial, pengorbanan, hubungan keluarga, hingga pencarian identitas diri menjadi elemen utama yang membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

Di balik proses produksinya, film ini disebut melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan. Keraguan sempat muncul sejak tahap penulisan naskah hingga proses syuting. Namun, justru dari proses tersebut, cerita dalam film berkembang menjadi lebih emosional dan matang.

Produser Giovanni Rahmadeva menilai kekuatan utama Nobody Loves Kay terletak pada emosinya yang membumi. Ia berharap penonton tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga mampu merefleksikan pengalaman hidup mereka sendiri melalui perjalanan karakter utama.

Sosok Kairi sendiri sudah menjadi salah satu ikon besar di dunia kompetitif Mobile Legends: Bang Bang. Pemain asal Filipina yang lahir pada 21 September 2005 itu dikenal luas berkat kemampuan mekanik luar biasa sebagai jungler. Julukan “King of the Jungle” melekat padanya karena gaya permainan agresif dan cepat saat menggunakan hero assassin seperti Ling, Lancelot, hingga Fanny.

Bersama ONIC Esports Indonesia, Kairi sukses menorehkan berbagai prestasi bergengsi di scene kompetitif Mobile Legends, termasuk memenangkan Mobile Legends Professional League Indonesia dan Mobile Legends Southeast Asia Cup 2023. Popularitas dan perjalanan kariernya yang penuh tantangan membuat kisah hidupnya dianggap layak diangkat ke layar lebar.

Dengan kombinasi drama emosional, perjuangan hidup, dan latar dunia e-sport yang kini semakin berkembang pesat, Nobody Loves Kay diprediksi menjadi salah satu film lokal yang paling dinantikan tahun depan. Film ini bukan sekadar tentang game atau kompetisi, tetapi tentang bagaimana seorang anak muda berusaha bertahan, berkembang, dan membuktikan dirinya di tengah tekanan dunia yang terus berubah. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *