19 April 2026 – Atmosfer tegang menyelimuti laga puncak Copa del Rey ketika Real Sociedad dan Atlético Madrid saling berhadapan dalam duel yang penuh drama. Pertandingan yang digelar di Estadio La Cartuja ini menghadirkan pertarungan sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit.
Real Sociedad langsung mengejutkan lawan sejak detik awal pertandingan. Baru berjalan satu menit, mereka berhasil membuka keunggulan melalui sundulan Ander Barrenetxea yang memanfaatkan umpan silang dari Gonçalo Guedes. Gol cepat ini membuat Atletico dipaksa keluar dari ritme permainan mereka sejak awal.
Namun, respon cepat diperlihatkan oleh Atletico Madrid. Pada menit ke-18, Ademola Lookman sukses menyamakan kedudukan setelah menerima umpan dari Antoine Griezmann. Dengan kontrol yang baik, Lookman berbalik dan melepaskan tembakan mendatar yang tidak mampu dihentikan kiper Sociedad.
Menjelang akhir babak pertama, drama kembali terjadi. Real Sociedad mendapatkan hadiah penalti setelah kiper Juan Musso melakukan pelanggaran terhadap Guedes di dalam kotak penalti. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Mikel Oyarzabal yang sukses mengecoh Musso. Gol ini membawa Sociedad unggul 2-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Atletico tampil lebih menekan. Mereka terus mencari celah untuk menyamakan skor, meskipun beberapa peluang gagal dimaksimalkan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-83 melalui Julián Álvarez. Tembakan keras dari luar kotak penalti membuat kiper Unai Marrero tak berdaya, dan skor kembali imbang 2-2.
Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu setelah tidak ada gol tambahan di waktu normal. Atletico Madrid tampil dominan dalam periode ini, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penampilan gemilang Marrero di bawah mistar serta sedikit keberuntungan membuat Sociedad mampu bertahan. Bahkan, satu peluang emas Atletico melalui Alvarez hanya membentur tiang gawang.
Karena tidak ada gol tercipta selama perpanjangan waktu, penentuan juara harus dilakukan lewat adu penalti. Di sinilah ketegangan mencapai puncaknya.
Penendang pertama Atletico, Alexander Sørloth, gagal menjalankan tugasnya setelah tembakannya ditepis Marrero. Sebaliknya, Carlos Soler sukses membawa Sociedad unggul lebih dulu.
Adu penalti berlangsung ketat dengan beberapa eksekutor dari kedua tim gagal mencetak gol, termasuk Alvarez dan Orri Óskarsson. Atletico sempat menjaga asa melalui gol dari Nico González dan Álex Baena, namun Sociedad tetap mampu menjaga keunggulan.
Eksekusi penentu akhirnya datang dari Pablo Marín yang dengan tenang menaklukkan Musso. Gol tersebut memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti dan sekaligus mengunci gelar juara bagi Real Sociedad.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Real Sociedad, yang menunjukkan mentalitas kuat sepanjang pertandingan. Sementara itu, Atletico Madrid harus puas sebagai runner-up meski tampil impresif, terutama di babak kedua dan perpanjangan waktu.
Final ini tidak hanya menghadirkan kualitas permainan tinggi, tetapi juga emosi dan drama yang menjadi ciri khas sepak bola level tertinggi. Sebuah laga yang akan dikenang sebagai salah satu final paling menegangkan dalam sejarah Copa del Rey. (Redaksi)

