13 April 2026 – Laga penuh drama tersaji di Stadio Giuseppe Sinigaglia saat Inter Milan menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan mengalahkan Como dengan skor 4-3 dalam lanjutan Serie A. Kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen dan mendekatkan mereka pada gelar Scudetto.

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi, di mana tuan rumah tampil percaya diri menghadapi tim unggulan. Como yang dilatih Cesc Fàbregas berhasil mengejutkan Inter lewat permainan agresif dan efektif di babak pertama.

Gol pembuka datang pada menit ke-36 melalui Álex Valle yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Inter. Tak lama berselang, Nico Paz menggandakan keunggulan menjelang turun minum, membuat Como memimpin 2-0 dan berada di atas angin.

Namun, Inter menunjukkan karakter kuatnya sebagai kandidat juara. Tepat sebelum jeda, Marcus Thuram berhasil memperkecil ketertinggalan, menjaga asa tim tamu tetap hidup memasuki babak kedua.

Momentum pertandingan berubah drastis setelah turun minum. Kesalahan lini belakang Como dimanfaatkan dengan baik oleh Thuram yang mencetak gol keduanya melalui penyelesaian cerdik, membuat skor kembali imbang 2-2.

Inter semakin percaya diri dan mulai mendominasi permainan. Pada menit ke-58, Denzel Dumfries membawa timnya berbalik unggul setelah menyelesaikan umpan matang dari Hakan Çalhanoğlu.

Tak berhenti di situ, Dumfries kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-72. Gol keduanya lahir dari situasi bola mati yang dieksekusi dengan baik, memperlebar keunggulan Inter menjadi 4-2.

Como sempat memperkecil ketertinggalan di penghujung laga setelah mendapatkan penalti akibat pelanggaran terhadap Nico Paz. Lucas Da Cunha sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor, membuat skor menjadi 3-4.

Meski terus menekan di sisa waktu, Como tidak mampu mencetak gol penyeimbang. Inter berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.

Kemenangan ini membawa Inter semakin kokoh di puncak klasemen dengan 75 poin, unggul cukup jauh dari Napoli yang berada di posisi kedua. Dengan selisih poin yang signifikan dan performa konsisten, peluang mereka untuk meraih gelar semakin terbuka lebar.

Sementara itu, Como harus puas turun ke peringkat kelima dengan 58 poin, berada di bawah AC Milan dan Juventus. Meski kalah, performa mereka tetap menunjukkan bahwa tim ini mampu memberikan perlawanan sengit bahkan terhadap kandidat juara.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa mentalitas dan pengalaman memainkan peran besar dalam perebutan gelar. Inter tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga ketangguhan kolektif untuk bangkit dari situasi sulit dan mengamankan kemenangan penting. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *