12 April 2026 – Kejutan besar terjadi di San Siro ketika AC Milan harus menelan kekalahan telak di hadapan pendukungnya sendiri. Menghadapi Udinese dalam lanjutan Serie A, Rossoneri dipaksa menyerah tanpa balas dengan skor 0-3.

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Milan yang tengah berusaha menjaga posisi di papan atas. Lebih dari sekadar kekalahan, performa tim asuhan Massimiliano Allegri juga menuai sorotan tajam, terutama karena ini merupakan kekalahan beruntun pertama mereka di liga musim ini setelah sebelumnya takluk di kandang Napoli.

Sejak awal pertandingan, Milan sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Mereka mencoba membangun serangan dari berbagai sisi, namun kurangnya ketajaman di lini depan membuat peluang yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol. Salah satu kesempatan terbaik hadir melalui Rafael Leão, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Udinese justru tampil lebih efektif. Mereka berhasil membuka keunggulan lewat situasi yang kurang menguntungkan bagi Milan. Sepakan Arthur Atta yang membentur Davide Bartesaghi berbelok arah dan masuk ke gawang sendiri, membuat tuan rumah tertinggal lebih dulu.

Gol tersebut menjadi momentum bagi tim tamu untuk semakin percaya diri. Tekanan yang mereka bangun membuahkan hasil kedua melalui sundulan Juergen Ekkelenkamp yang memanfaatkan umpan silang dari Nicolò Zaniolo. Milan pun menutup babak pertama dalam kondisi tertinggal dua gol.

Memasuki babak kedua, Milan berusaha bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Alexis Saelemaekers hampir memperkecil ketertinggalan lewat tendangan voli, namun upayanya digagalkan oleh penampilan gemilang kiper Maduka Okoye yang dibantu mistar gawang.

Peluang demi peluang terus diciptakan oleh Milan, termasuk melalui skema bola silang yang melibatkan Samuele Ricci dan Strahinja Pavlović. Namun lagi-lagi, penyelesaian akhir menjadi masalah yang tak kunjung terpecahkan.

Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Milan justru kembali kebobolan. Arthur Atta mencatatkan namanya di papan skor setelah melepaskan tembakan dari sudut sempit yang mengejutkan Mike Maignan. Gol tersebut memastikan keunggulan telak Udinese sekaligus memupus harapan tuan rumah untuk bangkit.

Di sisa waktu pertandingan, Milan masih mencoba mencari gol hiburan, namun solidnya pertahanan Udinese membuat semua upaya tersebut sia-sia. Bahkan, Maignan harus melakukan beberapa penyelamatan penting untuk mencegah kekalahan yang lebih besar.

Kekalahan ini tidak hanya berdampak pada posisi klasemen, tetapi juga suasana di stadion. Kekecewaan pendukung terlihat jelas, dengan sebagian suporter memilih meninggalkan tribun sebelum pertandingan usai.

Dengan hasil ini, Milan tetap berada di peringkat ketiga dengan 63 poin dari 32 pertandingan, namun tekanan dari tim-tim di bawahnya semakin terasa. Sementara itu, Udinese naik ke posisi ke-10 dengan 43 poin, memperlihatkan konsistensi yang semakin membaik.

Pertandingan ini menjadi cermin nyata bahwa dominasi penguasaan bola tidak selalu menjamin kemenangan. Efektivitas, ketenangan, dan kemampuan memanfaatkan peluang justru menjadi kunci yang membawa Udinese meraih hasil maksimal di kandang salah satu raksasa Italia. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *