12 April 2026 – Harapan Borussia Dortmund untuk terus menekan pemuncak klasemen harus mendapat pukulan telak setelah hasil mengecewakan di hadapan publik sendiri. Bermain di Signal Iduna Park, Die Borussen dipaksa menyerah 0-1 dari Bayer Leverkusen dalam lanjutan Bundesliga.
Sejak peluit awal dibunyikan, Dortmund sebenarnya langsung menunjukkan intensitas tinggi. Mereka hampir membuka keunggulan saat laga baru berjalan dua menit melalui sundulan Nico Schlotterbeck yang memanfaatkan sepak pojok Daniel Svensson. Namun, bola masih melebar tipis dari sasaran.
Dominasi tuan rumah terus berlanjut di awal babak pertama. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan Leverkusen, tetapi efektivitas menjadi masalah utama. Di sisi lain, tim tamu tampil sabar dan perlahan mulai menemukan ritme permainan mereka.
Momentum pertandingan berubah menjelang akhir babak pertama. Leverkusen berhasil memanfaatkan satu peluang emas melalui Robert Andrich. Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur tajam ke sudut gawang, tak mampu dihalau kiper Dortmund. Gol itu menjadi pembeda sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan bagi tim tamu.
Memasuki babak kedua, Dortmund meningkatkan intensitas serangan dengan tujuan menyamakan kedudukan. Serhou Guirassy mendapat peluang melalui sundulan hasil umpan Julian Ryerson, tetapi arah bola masih belum tepat sasaran.
Tekanan terus dilancarkan hingga menit-menit akhir pertandingan. Salah satu peluang terbaik kembali datang dari Guirassy pada menit ke-82. Kali ini, tembakannya sudah mengarah ke gawang, namun hanya membentur mistar dan gagal menjadi gol.
Meski menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, Dortmund tetap tidak mampu menembus pertahanan solid Leverkusen. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu tidak berubah.
Kekalahan ini berdampak signifikan terhadap posisi Dortmund di klasemen. Mereka tetap berada di peringkat kedua dengan 64 poin, namun kini tertinggal sembilan angka dari Bayern Munich yang kokoh di puncak. Selisih tersebut membuat peluang Dortmund untuk bersaing dalam perebutan gelar semakin berat.
Sementara itu, kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi Leverkusen. Tambahan tiga poin membawa mereka naik ke posisi kelima dengan 51 poin, menjaga asa untuk menembus zona kompetisi Eropa.
Pertandingan ini menjadi cerminan klasik sepak bola, di mana dominasi tidak selalu berujung kemenangan. Dortmund tampil agresif dan menguasai permainan, namun Leverkusen menunjukkan efektivitas dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang. Sebuah pelajaran mahal bagi Die Borussen di fase krusial musim. (Redaksi)

