12 April 2026 – Sorak sorai memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno saat Persija Jakarta menunjukkan performa dominan yang menjaga asa mereka dalam perburuan gelar. Menghadapi Persebaya Surabaya, Macan Kemayoran tampil superior dengan kemenangan meyakinkan 3-0 dalam lanjutan kompetisi domestik.
Sosok paling menonjol dalam pertandingan ini adalah Eksel Runtukahu yang tampil luar biasa dengan kontribusi di seluruh gol timnya. Penampilannya menjadi pembeda yang sulit diimbangi oleh lini pertahanan Persebaya sepanjang laga.
Persija langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tekanan tinggi yang mereka bangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-16 setelah Eksel dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh Milos Raickovic. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Allano Lima yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Sepakan penaltinya tak mampu dijangkau kiper Andhika Ramadhani, membawa Persija unggul lebih dulu.
Persebaya sempat memberikan perlawanan dan bahkan mencetak gol melalui Mihailo Perovic setelah menerima umpan terobosan dari Francisco Rivera. Namun harapan mereka pupus setelah gol tersebut dianulir karena posisi offside, membuat skor tetap bertahan 1-0 hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Persija semakin menunjukkan dominasi. Eksel Runtukahu akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54 melalui tembakan keras yang mengarah ke sudut atas gawang. Gol tersebut mempertegas kontrol penuh tuan rumah atas jalannya pertandingan.
Tak berhenti di situ, Eksel kembali menjadi mimpi buruk bagi Persebaya. Pada menit ke-76, ia mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan umpan matang dari Allano. Penyelesaian akhirnya yang akurat memastikan Persija unggul jauh 3-0.
Di sisa waktu pertandingan, Persebaya berusaha bangkit dan mencari gol balasan. Namun solidnya pertahanan Persija membuat setiap upaya mereka gagal membuahkan hasil. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap tidak berubah.
Kemenangan ini membawa Persija semakin dekat dengan persaingan papan atas. Mereka kini menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 55 poin, menjaga peluang untuk terus menekan tim-tim di atasnya. Sementara itu, Persebaya harus puas tertahan di peringkat keenam dengan 42 poin.
Di pertandingan lain, Persijap Jepara juga meraih hasil positif usai mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di Stadion Gelora Bumi Kartini. Gol cepat dari Borja Herrera dan tambahan gol Sudi Abdallah memastikan kemenangan tuan rumah, meski sempat diperkecil oleh Moussa Sidibé di akhir laga.
Hasil tersebut membuat Persijap naik ke posisi ke-14 dengan 25 poin, sementara Bhayangkara FC tetap berada di papan atas dengan menempati peringkat kelima dengan 44 poin.
Dengan performa seperti ini, Persija menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pesaing pelengkap dalam perebutan gelar. Konsistensi dan ketajaman lini depan akan menjadi kunci jika mereka ingin terus menjaga momentum hingga akhir musim. (Redaksi)

