18 Februari 2026 – Atmosfer panas Istanbul menjadi saksi salah satu malam terburuk Juventus di pentas Eropa. Datang dengan ambisi besar, tim asal Italia itu justru pulang dengan luka mendalam setelah dihajar tuan rumah Galatasaray dengan skor mencolok 5-2 pada leg pertama playoff Liga Champions. Keunggulan yang sempat diraih di babak pertama runtuh seketika, berganti mimpi buruk di paruh kedua pertandingan.

Bertanding di Rams Park pada Rabu dini hari WIB, Juventus sebenarnya membuka laga dengan penuh percaya diri. Meski sempat tertinggal lebih dulu, efektivitas serangan membuat mereka menutup babak pertama dengan keunggulan. Namun perubahan taktik Galatasaray, ditambah kartu merah yang merugikan Juventus, mengubah total jalannya pertandingan.

Babak Pertama Milik Juventus

Galatasaray memulai laga dengan agresif dan langsung menekan pertahanan tim tamu. Tekanan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-15. Kesalahan di lini tengah Juventus dimanfaatkan dengan cepat hingga bola jatuh ke kaki Gabriel Sara yang melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang.

Keunggulan itu tidak bertahan lama. Juventus merespons hampir tanpa jeda melalui Teun Koopmainers yang memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Galatasaray. Gol cepat ini membuat ritme pertandingan meningkat dan kepercayaan diri Bianconeri tumbuh.

Pada menit ke-32, Koopmainers kembali mencatatkan namanya di papan skor. Aksi individu gemilang disertai kerja sama satu dua sentuhan diakhiri dengan sepakan keras ke sudut atas gawang. Juventus berbalik unggul 2-1 dan sempat mengendalikan permainan hingga turun minum, meski Galatasaray masih beberapa kali mengancam.

Kebangkitan Galatasaray di Babak Kedua

Memasuki paruh kedua, Galatasaray tampil dengan pendekatan berbeda. Intensitas pressing meningkat dan serangan diarahkan lebih cepat ke jantung pertahanan Juventus. Hasilnya terlihat pada gol penyeimbang yang dicetak Noa Lang setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang.

Momentum sepenuhnya berpihak pada tuan rumah. Pada menit ke-60, Galatasaray berbalik memimpin melalui sundulan Davinson Sanchez yang menyambut umpan bola mati. Stadion pun bergemuruh, memberi tekanan psikologis besar bagi Juventus yang mulai kehilangan organisasi permainan.

Situasi kian memburuk ketika Juventus harus bermain dengan sepuluh orang. Juan Cabal diganjar kartu merah setelah melanggar keras pemain Galatasaray di area berbahaya. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh tim tuan rumah.

Gol Bertubi Tubi Mengakhiri Perlawanan

Dengan ruang yang semakin terbuka, Galatasaray tampil tanpa ampun. Gol keempat kembali lahir dari kaki Noa Lang yang mencetak brace setelah merebut bola dari kesalahan lini belakang Juventus. Serangan demi serangan terus mengalir hingga akhirnya gol kelima tercipta pada menit ke-86 melalui sepakan terarah Sacha Boey.

Skor 5-2 menutup laga dengan rasa puas bagi Galatasaray dan kekecewaan mendalam bagi Juventus. Hasil ini menjadi modal besar bagi wakil Turki jelang leg kedua, sementara Juventus menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan di kandang sendiri. Dengan selisih tiga gol, hanya penampilan nyaris sempurna yang bisa menjaga asa mereka tetap hidup di Liga Champions. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *