10 Februari 2026 – Masa depan Marc Marquez bersama Ducati tampaknya hanya tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi. Setelah musim sensasional yang berujung gelar juara dunia, pembalap asal Spanyol itu menjadi pusat perhatian dan prioritas utama pabrikan asal Italia tersebut.

Marquez tampil luar biasa sepanjang MotoGP 2025 dan berhasil merebut gelar juara dunia dengan dominasi yang mengejutkan banyak pihak. Keberhasilan itu langsung membuat Ducati bergerak cepat untuk mengamankan jasa sang bintang dalam jangka panjang. Dari sisi Marquez sendiri, keinginannya untuk tetap bersama tim pabrikan Borgo Panigale juga sudah ditegaskan sejak awal musim.

Kabar mengenai kontrak baru sebenarnya sudah berembus sejak peluncuran tim pada Januari lalu. Disebut-sebut, kesepakatan prinsip antara kedua pihak telah tercapai. Namun hingga kini, pengumuman resmi masih belum dirilis ke publik.

Direktur olahraga Ducati, Mauro Grassili, mengakui bahwa proses perpanjangan kontrak kali ini memang lebih kompleks dibandingkan kontrak pertama Marquez. Ia menjelaskan bahwa ada beberapa detail yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan, namun kini harus disempurnakan agar kesepakatan berjalan ideal bagi kedua pihak.

Grassili menyebut proses negosiasi sudah berada di tahap akhir. Menurutnya, arah pembicaraan sudah sangat positif dan kesepakatan hampir tercapai, hanya tinggal menyelesaikan beberapa bagian teknis dalam kontrak baru tersebut.

Jika tidak ada perubahan, Ducati dan Marquez dikabarkan akan melanjutkan kerja sama selama dua musim, yakni untuk periode 2027 hingga 2028. Kontrak ini diproyeksikan menjadi fondasi baru bagi tim dalam mempertahankan dominasi di kelas utama MotoGP.

Selain soal kontrak Marquez, dinamika komposisi pembalap Ducati juga mulai mencuat. Tim pabrikan disebut-sebut berencana menghadirkan Pedro Acosta sebagai tandem baru Marquez pada masa mendatang. Pembalap muda yang tengah naik daun itu diyakini akan diproyeksikan menggantikan Francesco Bagnaia.

Spekulasi tersebut membuat masa depan Bagnaia menjadi bahan perbincangan. Juara dunia MotoGP dua kali itu dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke tim lain, termasuk tim satelit VR46 maupun pabrikan Aprilia. Namun, Bagnaia menegaskan bahwa dirinya masih memiliki ambisi besar untuk tetap berada di barisan terdepan.

Ia menilai dirinya sebagai pembalap yang selalu berorientasi pada kemenangan, sehingga targetnya adalah tetap bersaing di level tertinggi. Ambisi tersebut membuatnya enggan mempertimbangkan opsi bergabung dengan tim satelit, yang secara umum memiliki sumber daya dan peluang kemenangan lebih kecil dibandingkan tim pabrikan.

Situasi ini membuat bursa pembalap MotoGP untuk musim-musim mendatang semakin menarik untuk diikuti. Dengan Marquez yang hampir pasti bertahan di Ducati, serta potensi perubahan besar dalam susunan pembalap, peta persaingan di kelas utama bisa mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *