Jakarta, 3 Desember 2025 – Menjelang puncak masa angkutan Natal dan Tahun Baru, PT Kereta Api Indonesia memperketat pengawasan operasional di wilayah Daop 7 Madiun. Wakil Direktur Utama KAI, Dody Budiawan, bersama jajaran direksi dan komisaris melakukan inspeksi komprehensif pada Rabu lalu untuk memastikan kesiapan seluruh elemen pendukung operasional. Inspeksi ini juga dihadiri oleh perwakilan KNKT dan Ditjen Perkeretaapian sebagai bentuk sinergi dalam menjaga keselamatan perkeretaapian nasional.
Pengawasan ketat yang dilakukan mencakup pemeriksaan terhadap kesiapan sumber daya manusia, kondisi sarana transportasi, hingga infrastruktur pendukung di sepanjang jalur kereta api. Dody menekankan bahwa Daop 7 memiliki posisi strategis sebagai jalur penghubung yang akan dilalui ribuan penumpang selama libur Nataru. “Kami memastikan SDM, sarana, prasarana, dan layanan pelanggan siap untuk menghadapi periode Nataru. Daop 7 menjadi salah satu fokus pemeriksaan karena wilayah ini merupakan lintasan strategis,” paparnya.
Untuk mendukung operasional yang handal, KAI telah menyiapkan berbagai sarana cadangan yang ditempatkan di 13 stasiun mulai dari Walikukun hingga Blitar. Sarana tersebut meliputi AMUS atau alat material untuk siaga, lokomotif posko, serta armada cadangan yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu bila diperlukan. Penempatan strategis ini memungkinkan tim untuk merespons kondisi darurat dalam hitungan menit.
Komitmen KAI dalam menghadirkan layanan kereta api yang andal tercermin dari upaya pengawasan menyeluruh yang dilakukan. Dengan persiapan matang dan pengawasan ketat di setiap lini operasional, perusahaan optimistis dapat melayani jutaan penumpang Nataru dengan standar keselamatan dan kenyamanan yang tinggi.
(Redaksi)

