Jakarta, 2 Desember 2025 – Mobilitas pedagang kecil di Banten terbantu secara signifikan oleh Kereta Petani dan Pedagang yang mengusung tarif bersahabat Rp3.000 per perjalanan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif ini melalui skema PSO DJKA dengan tujuan khusus meringankan beban biaya transportasi bagi pedagang kecil yang margin keuntungannya tipis. Dengan tarif yang sangat terjangkau ini, pedagang kecil dapat mengalokasikan lebih banyak modal untuk membeli barang dagangan atau mengembangkan usaha, daripada tersedot untuk biaya transportasi. Tarif bersahabat ini menjadi faktor kunci yang membuat Kereta Petani dan Pedagang dapat diterima luas oleh kalangan pedagang kecil. Balai Yasa Surabaya Gubeng merancang kereta ini dengan pemahaman bahwa keterjangkauan adalah kunci aksesibilitas bagi pedagang kecil.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, tarif Rp3.000 yang bersahabat merupakan bantuan nyata bagi mobilitas pedagang kecil. “Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, sama dengan tarif penumpang umum pada KRL, melalui skema Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah,” terang Anne. Ia menambahkan, bagi pedagang kecil yang mengandalkan penjualan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup, setiap rupiah pengeluaran untuk transportasi sangat berarti. Dengan tarif Rp3.000 yang setara dengan harga satu atau dua produk yang mereka jual, beban transportasi menjadi sangat ringan dan tidak mengurangi kemampuan mereka untuk beroperasi.
Kereta Petani dan Pedagang memiliki kapasitas 73 kursi dan area bagasi yang menampung maksimal dua koli barang berukuran 100 cm x 40 cm x 30 cm per pengguna. Meski menyediakan fasilitas khusus berupa area bagasi, tarif tetap sama dengan KRL reguler berkat dukungan PSO. Sarana kereta telah melalui uji teknis, sertifikasi, dan pemasangan signage keselamatan untuk memastikan meski tarifnya bersahabat, kualitas layanan tetap tinggi. Pengguna yang memiliki Kartu Petani dan Pedagang dapat membeli tiket sejak H-7 dengan tarif yang sama, tanpa ada biaya tambahan untuk reservasi atau boarding lebih awal.
Kereta ini dirangkaikan pada 14 perjalanan Commuter Line Merak yang melayani 11 stasiun dari Rangkasbitung hingga Merak. Pada hari pertama operasional, 95 pengguna yang sebagian besar adalah pedagang kecil memanfaatkan tarif bersahabat ini untuk mengangkut dagangan ke berbagai pasar. Anne menegaskan, KAI akan terus menjaga tarif Rp3.000 ini agar mobilitas pedagang kecil tetap terbantu. Dengan tarif bersahabat yang konsisten, Kereta Petani dan Pedagang diharapkan dapat menjadi tulang punggung mobilitas pedagang kecil dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan mereka di Banten.
(Redaksi)

