Jakarta, 12 November 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pemetaan komprehensif terhadap 177 titik rawan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari persiapan menghadapi masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Pemetaan ini dilakukan berdasarkan data historis gangguan operasional, kondisi geografis, serta prediksi cuaca selama periode Nataru. Dari total 177 titik yang teridentifikasi, 110 lokasi berada di Pulau Jawa dan sisanya 67 lokasi tersebar di Sumatera, dengan fokus pada area yang rentan terhadap bencana alam seperti longsor, banjir, dan pergeseran tanah.

Strategi pemetaan ini memungkinkan KAI untuk melakukan alokasi sumber daya secara efisien dan efektif. Setiap titik rawan mendapat perhatian khusus dengan penempatan petugas pengawas dan material siaga yang sesuai dengan karakteristik risiko di lokasi tersebut. Vice President Public Relations KAI Anne Purba menekankan pentingnya pembaruan data wilayah rawan secara berkala. “Setiap detail kami siapkan dengan matang, mulai dari kesiapan jalur hingga petugas pengawas di lapangan. Kami ingin memastikan pelanggan dapat bepergian dengan tenang selama libur Natal dan Tahun Baru,” tutup Anne. Pendekatan berbasis data ini menunjukkan komitmen KAI dalam menerapkan manajemen risiko yang sistematis.

Pemantauan di titik-titik rawan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan petugas pemeriksa jalur yang berjumlah 287 orang. Mereka bertugas melakukan inspeksi rutin dan tambahan, terutama saat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan deras atau suhu tinggi yang dapat mempengaruhi kondisi rel. Selain pemeriksa jalur, KAI juga menempatkan 298 petugas penjaga perlintasan tambahan di lokasi-lokasi dengan lalu lintas padat. Kehadiran petugas penjaga perlintasan sangat penting untuk mencegah kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor dan menjaga kelancaran pergerakan kereta api.

Penempatan 150 petugas pengawas daerah rawan melengkapi strategi pengamanan yang telah dirancang. Petugas ini bertugas secara khusus di wilayah-wilayah yang memiliki karakteristik geografis menantang, seperti jalur pegunungan dan area yang berpotensi terdampak bencana alam. Mereka melakukan pengawasan intensif selama 24 jam untuk memastikan tidak ada gangguan yang terlewat. Dengan kombinasi antara pemetaan akurat, penempatan petugas strategis, dan kesiapan material darurat, KAI optimis dapat menghadapi berbagai tantangan selama masa Nataru dan memberikan layanan transportasi kereta api yang andal bagi masyarakat.

(Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *