Jakarta, 21 September 2025 – Konektivitas yang terjalin melalui Stasiun Ketapang memberikan dampak ganda bagi pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah Banyuwangi. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menciptakan efek domino positif melalui infrastruktur transportasi yang tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal dan sektor pariwisata yang berkelanjutan.
Dukungan terhadap ekonomi daerah tercermin melalui aktivitas perdagangan yang berkembang di sekitar stasiun. Kehadiran ribuan penumpang setiap hari menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal, mulai dari pedagang makanan dan minuman, jasa transportasi lokal, penginapan, hingga penjualan oleh-oleh khas Banyuwangi. Aktivitas ekonomi ini semakin meningkat pada saat puncak liburan ketika stasiun melayani hingga 24.000 penumpang, memberikan berkah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, dukungan terhadap pariwisata daerah terwujud melalui kemudahan akses yang diberikan Stasiun Ketapang kepada wisatawan. Destinasi unggulan seperti Pantai Watu Dodol, Pantai Boom, dan Bangsring Underwater menjadi lebih mudah dijangkau oleh wisatawan dari berbagai daerah. Perubahan nama stasiun pada 2019 juga turut memperkuat identitas pariwisata Banyuwangi, membuat destinasi ini semakin dikenal oleh wisatawan domestik dan mancanegara.
“Stasiun ini menjadi gerbang utama bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dari dan menuju Pulau Jawa, serta memfasilitasi konektivitas antar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” ungkap VP Public Relations KAI, Anne Purba. Sinergi antara pengembangan konektivitas dengan pemberdayaan ekonomi dan pariwisata daerah akan terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal untuk menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan.
(Redaksi)

