Jakarta, 10 Oktober 2025 – Prestasi mengesankan ditorehkan oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto dalam mengelola layanan logistik berbasis kereta api. Sepanjang Januari hingga September 2025, tercatat sebanyak 12,9 juta kilogram barang telah diangkut melalui sistem Barang Hantaran Paket, dengan rincian 6,5 juta kilogram untuk pengiriman dan 6,4 juta kilogram untuk penerimaan. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kereta api telah menjadi tulang punggung distribusi barang di wilayah Jawa Tengah bagian barat.
Purwokerto memimpin sebagai stasiun tersibuk dengan volume 1,3 juta kilogram barang dikirim dan 1,9 juta kilogram barang diterima. Layanan pengiriman ini juga melayani masyarakat melalui enam stasiun lainnya yaitu Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Cilacap, dan Sidareja. Sistem yang mengintegrasikan kereta barang dengan kereta penumpang dan parcel memungkinkan pengiriman berlangsung lebih efisien dibandingkan moda transportasi darat konvensional.
Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, menggarisbawahi bahwa pertumbuhan layanan ini mencerminkan adaptasi positif pelaku usaha terhadap inovasi logistik. “BHP atau angkutan retail kereta api semakin diminati, terutama oleh pelaku UMKM dan sektor e-commerce. Purwokerto kini menjadi simpul penting distribusi logistik di Jawa Tengah bagian barat,” katanya. Ia menambahkan bahwa layanan ini telah membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal, mendorong perputaran ekonomi di tingkat akar rumput.
Kerja sama dengan mitra logistik resmi seperti PT Kereta Api Logistik, PT Herona Express, dan perusahaan ekspedisi terkemuka lainnya memberikan pilihan beragam bagi konsumen. Keunggulan dari segi keamanan barang dan pengurangan risiko kecelakaan di jalan raya menjadikan kereta api sebagai pilihan cerdas. Dengan kontribusinya terhadap ekonomi kerakyatan dan keberlanjutan lingkungan, layanan Barang Hantaran Paket terus menegaskan perannya sebagai penggerak pembangunan nasional.
(Redaksi)

