Sinergi KAI dan UMKM Wujudkan Ekonomi Inklusif di Jawa Tengah

Purwokerto, 10 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 (Daop 5) Purwokerto berkomitmen memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui layanan Barang Hantaran Paket (BHP). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekonomi inklusif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Kutoarjo.

Melalui layanan BHP, pelaku UMKM kini dapat mengirimkan produk mereka ke berbagai daerah dengan biaya yang kompetitif dan waktu pengiriman yang efisien. Sistem pengiriman berbasis rel memberikan keuntungan signifikan karena mampu mengangkut barang dalam jumlah besar secara cepat dan aman.

“BHP menjadi solusi bagi UMKM untuk memperluas pasar. Dengan tarif yang terjangkau dan jaringan kereta api yang luas, kami ingin membantu mereka meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Ayu Kusuma, Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto.

Stasiun Kutoarjo menjadi simpul utama dalam ekosistem distribusi produk lokal. Dari sini, berbagai komoditas seperti hasil pertanian, kerajinan, dan produk olahan UMKM dikirim ke kota-kota besar di Pulau Jawa.

Selain mendukung pertumbuhan ekonomi, sistem ini juga menciptakan rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan. Moda rel yang ramah lingkungan turut membantu menekan polusi dan konsumsi bahan bakar di sektor logistik.

KAI Daop 5 juga aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas pelaku usaha untuk memperkuat pemanfaatan layanan BHP. Edukasi dan pendampingan terus dilakukan agar UMKM dapat mengoptimalkan potensi pengiriman berbasis rel.

Menurut Ayu, penguatan sektor UMKM merupakan bagian penting dari misi KAI untuk mendorong ekonomi kerakyatan. “Kami ingin menjadi mitra pertumbuhan bagi UMKM dengan menghadirkan layanan logistik yang efisien dan inklusif,” katanya.

Dengan sinergi antara KAI dan UMKM, roda ekonomi daerah semakin bergerak dinamis, membuka peluang baru bagi masyarakat, dan memperkuat fondasi ekonomi berkelanjutan di Jawa Tengah. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *