Purwokerto, 10 Oktober 2025 – Keandalan dan efisiensi biaya kini menjadi dua faktor utama yang dicari pelanggan jasa pengiriman. Menjawab kebutuhan itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto menghadirkan layanan Barang Hantaran Paket (BHP) yang menjamin ketepatan waktu dengan tarif kompetitif, menjadikannya solusi logistik yang ramah kantong bagi berbagai kalangan.
Dalam sistem pengiriman BHP, KAI memanfaatkan jalur rel antar kota untuk memastikan barang tiba sesuai jadwal. Jalur rel yang relatif bebas dari kemacetan menjadi keunggulan tersendiri dalam memastikan kepastian waktu kedatangan barang di tengah tantangan logistik nasional yang semakin kompleks.
“BHP hadir sebagai pilihan pengiriman yang tidak hanya efisien tetapi juga terjangkau. Kami ingin menghadirkan pengalaman logistik yang lebih mudah diakses oleh masyarakat luas,” ujar Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, Ayu Kusuma.
Stasiun Kutoarjo menjadi pusat aktivitas logistik di wilayah Daop 5, menangani ribuan kilogram barang setiap harinya. Barang-barang yang dikirim meliputi berbagai jenis, mulai dari produk UMKM, hasil pertanian, hingga kebutuhan industri ringan.
Selain efisiensi biaya, KAI juga mengedepankan keamanan dan transparansi proses pengiriman. Pelanggan dapat memantau status barang secara real-time melalui sistem pelacakan digital yang terus dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Upaya KAI Daop 5 ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat peran sektor transportasi berbasis rel sebagai solusi logistik masa depan yang ramah lingkungan. Moda transportasi ini terbukti lebih hemat energi dan mampu mengurangi emisi karbon dibandingkan moda angkutan jalan raya.
Ayu menambahkan, minat pelanggan terhadap layanan BHP terus meningkat karena kualitas layanan yang semakin baik. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi agar pelanggan mendapatkan layanan logistik yang cepat, tepat, dan ekonomis,” jelasnya.
Dengan inovasi berkelanjutan, KAI Daop 5 menegaskan perannya sebagai mitra terpercaya bagi pelanggan di berbagai sektor ekonomi. (Redaksi)

