Jember, 7 Oktober 2025 – Jalur kereta api Kalisat–Panarukan yang sempat berhenti beroperasi sejak 2004 kini menjadi fokus KAI Daop 9 Jember untuk direaktivasi. Rencana ini tidak hanya menghidupkan kembali transportasi kereta, tetapi juga melestarikan sejarah perkeretaapian di wilayah Timur Jawa.
Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, menyatakan bahwa jalur ini dihentikan operasionalnya karena menurunnya volume angkutan dan kondisi prasarana yang tak mendukung.
“Sejak tahun 2004 jalur Kalisat–Panarukan tidak lagi aktif. Namun demikian, jalur ini masih tercatat sebagai aset sah milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan menjadi bagian dari wilayah aset PT KAI Daop 9 Jember sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian,” ujar Cahyo.
Sejak 2022, berbagai perangkat sinyal bersejarah telah diselamatkan, termasuk handle sinyal tipe Krian di Stasiun Tamanan. Upaya ini dilakukan bersama Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya DJKA, Komunitas IRPS, dan warga sekitar, sebagai bagian dari pelestarian jalur.
Pada 2023, sinyal dari Stasiun Prajekan juga diselamatkan dan dijadikan monumen di Stasiun Krian, menegaskan pentingnya menjaga jejak sejarah transportasi kereta api.
Cahyo menambahkan bahwa jalur Kalisat–Panarukan menjadi proyek strategis nasional yang tengah dikaji, dan KAI telah melakukan pemetaan jalur nonaktif sebagai persiapan teknis reaktivasi.
“Kami menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Prinsipnya, KAI Daop 9 Jember siap mendukung penuh reaktivasi jalur Kalisat–Panarukan,” tegas Cahyo.
Reaktivasi ini tidak hanya memberi manfaat transportasi, tetapi juga membuka potensi wisata dan ekonomi di Jember, Bondowoso, dan Situbondo. (Redaksi)

