Jakarta, 8 Oktober 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berkomitmen memperkuat peran angkutan barang berbasis rel untuk menekan dominasi moda truk dalam distribusi logistik di Jawa Timur. Isu efisiensi logistik ini menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam audiensi antara Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Bandara Juanda Surabaya.
Bobby menjelaskan bahwa angkutan barang berbasis rel memiliki keunggulan dalam hal kapasitas, efisiensi energi, dan dampak lingkungan yang lebih kecil. Namun, masih terdapat tantangan berupa double handling atau proses bongkar muat ganda yang membuat biaya operasional menjadi lebih tinggi dibanding moda truk.
Untuk mengatasi hal tersebut, KAI tengah mengkaji integrasi terminal logistik dengan jalur rel secara langsung agar proses pengiriman barang lebih efisien. “Kami ingin memastikan bahwa angkutan barang berbasis rel menjadi pilihan utama pelaku industri di Jawa Timur,” ujar Bobby.
KAI juga berencana memperluas jaringan logistiknya dengan menghubungkan kawasan industri utama seperti Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto langsung ke jalur rel nasional. Langkah ini akan mempercepat distribusi sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur darat.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung langkah ini melalui program Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) yang menitikberatkan pada efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Wakil Gubernur Emil Dardak menyatakan bahwa transportasi berbasis rel adalah solusi masa depan untuk distribusi logistik ramah lingkungan.
Selain memperkuat infrastruktur, KAI juga berkomitmen mengembangkan digitalisasi layanan logistik, termasuk sistem pelacakan kargo secara real-time dan manajemen rantai pasok yang lebih transparan.
Executive Vice President of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menuturkan, optimalisasi angkutan barang berbasis rel akan memberikan dampak positif pada daya saing ekonomi Jawa Timur. “KAI ingin menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan efisiensi dan menekan biaya logistik nasional,” katanya.
Dengan kolaborasi erat antara KAI dan Pemprov Jatim, sektor logistik diharapkan semakin efisien, terintegrasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Jawa Timur. (Redaksi)

