Jakarta, 11 September 2025 – Layanan KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) semakin diminati masyarakat. Hingga Agustus 2025, jumlah penumpang yang dilayani hampir menembus 2 juta orang, menandakan kepercayaan tinggi pada moda transportasi berbasis rel.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total 1.870.994 pelanggan KA Bandara YIA sepanjang Januari–Agustus 2025. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 1.796.826 pelanggan.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyatakan, kenaikan jumlah pengguna KA Bandara mencerminkan keandalan layanan tersebut. Faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan kemudahan akses menjadi alasan utama mengapa masyarakat semakin memilih kereta api.
“KA Bandara menghadirkan akses yang mudah, nyaman, dan tepat waktu bagi masyarakat yang ingin bepergian dari dan menuju YIA,” ujar Anne.
Selain layanan penumpang, KAI juga menjaga kelancaran penerbangan di YIA dengan distribusi avtur. Dari Januari hingga Agustus 2025, tercatat 68.241 ton avtur diangkut melalui jalur rel, naik 8 persen dari 63.382 ton pada periode sama tahun 2024.
“Setiap dua hari sekali, satu rangkaian kereta kami berangkat membawa avtur dari Stasiun Cilacap menuju Stasiun Rewulu demi memastikan roda penerbangan di Yogyakarta International Airport (YIA) terus berjalan tanpa henti,” jelas Anne.
Keberadaan KAI dalam dua lini sekaligus—angkutan barang dan layanan penumpang—membuktikan perannya sebagai bagian penting ekosistem transportasi nasional. Pasokan energi terjaga, mobilitas masyarakat pun semakin lancar.
Anne menekankan bahwa sinergi transportasi memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Transportasi yang lancar mendorong investasi, pariwisata, dan pergerakan orang maupun barang. Semua ini berujung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan hampir 2 juta pelanggan KA Bandara dan puluhan ribu ton avtur yang terangkut, KAI semakin menegaskan diri sebagai penghubung vital bagi transportasi udara di Yogyakarta. (Redaksi)

