Jakarta, 12 September 2025 – Stasiun Jakarta Kota kini menjadi pintu gerbang transportasi urban masa depan di ibukota. Lokasinya strategis di Kota Tua menjadikannya pusat mobilitas sekaligus gerbang wisata dan ekonomi.

Sejarah transportasi dimulai dari Stasiun Batavia Noord pada 1871. Karena jarak dekat dengan Batavia Zuid membuat operasional tidak efisien, Staats Spoorwegen merancang Jakarta Kota, yang resmi dibuka pada 8 Oktober 1929 dengan arsitektur Art Deco karya A.W. Ghijsels.

Bangunan megah ini menjadi landmark bersejarah dan tetap relevan sebagai pusat mobilitas Jabodetabek.

Hingga kini, stasiun melayani 374 perjalanan KRL per hari dengan rata-rata 671 ribu penumpang per bulan, menjadi tulang punggung transportasi ibukota.

“Stasiun Jakarta Kota berperan penting bukan hanya untuk mobilitas harian, tapi juga sebagai pintu gerbang wisata, perdagangan, dan kegiatan ekonomi. Letaknya yang strategis di kawasan Kota Tua membuatnya istimewa,” ujar Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.

Fasilitas modern seperti eskalator, lift, jalur landai, ruang menyusui, toilet ramah disabilitas, dan ruang tunggu ber-AC mendukung kenyamanan penumpang. Keamanan terjaga 24 jam melalui CCTV dan petugas siaga, sementara integrasi transportasi dengan TransJakarta, mikrotrans, bajaj, dan layanan daring mempermudah akses.

Transformasi digital melalui aplikasi Access by KAI menghadirkan kemudahan pembelian tiket, pengecekan jadwal, pemilihan kursi, dan promo terbaru, membuat perjalanan lebih praktis dan efisien.

Revitalisasi Kota Tua menegaskan peran Jakarta Kota sebagai pusat transportasi urban yang modern namun tetap menghargai nilai sejarah. “Stasiun Jakarta Kota mengingatkan kita bahwa sejarah dan masa depan bisa bertemu dalam satu perjalanan,” tutup Anne. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *