Jakarta, 23 Agustus 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimplementasikan sistem pemeliharaan prediktif berbasis teknologi untuk menjaga kondisi optimal area bermain anak di 35 stasiun. Sistem ini menggunakan sensor canggih dan analitik data untuk memprediksi kebutuhan pemeliharaan sebelum terjadi kerusakan, sehingga memastikan fasilitas selalu dalam kondisi prima dan aman untuk digunakan.
Teknologi pemeliharaan prediktif meliputi sensor getar untuk memantau kondisi struktural peralatan bermain, sensor tekanan untuk mengukur tingkat keausan, sensor suhu dan kelembaban untuk kondisi material, dan kamera pintar untuk deteksi visual kerusakan awal. Data dari semua sensor dianalisis menggunakan algoritma machine learning untuk menghasilkan prediksi akurat tentang jadwal pemeliharaan optimal.
Sistem pemeliharaan prediktif telah dioperasikan di seluruh lokasi area bermain anak, termasuk Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Malang, Medan, Kertapati, Lubuk Linggau, dan Tanjung Karang. Efisiensi pemeliharaan meningkat signifikan dan downtime fasilitas berkurang drastis sejak implementasi sistem ini.
“Kami menargetkan pengadaan area bermain di stasiun dengan volume pelanggan tinggi, tidak hanya di kota besar tetapi juga di berbagai daerah. Dengan begitu, konsep stasiun ramah anak dapat dirasakan lebih merata,” jelas Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menegaskan bahwa investasi dalam teknologi pemeliharaan prediktif merupakan komitmen jangka panjang untuk memastikan kualitas dan keamanan fasilitas tetap terjaga optimal.
(Redaksi)

