Jakarta, 20 Agustus 2025 – Komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) terhadap evaluasi dan pembelajaran berkelanjutan tercermin dari penanganan gempa Bekasi yang akan dijadikan studi kasus untuk penyempurnaan protokol keselamatan. Pendekatan organisasi pembelajar yang diadopsi KAI memastikan setiap pengalaman operasional dijadikan masukan untuk perbaikan berkelanjutan dalam sistem pengelolaan keselamatan.
Dokumentasi komprehensif terhadap seluruh proses penanganan gempa akan menjadi referensi berharga untuk pengembangan modul pelatihan dan pembaruan prosedur operasi standar. Sistem pengelolaan pengetahuan KAI memungkinkan berbagi praktik terbaik antar Daop untuk standardisasi respons dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang.
Budaya pembelajaran berkelanjutan yang dikembangkan KAI mendorong seluruh personel untuk proaktif dalam mengidentifikasi peluang perbaikan. Tinjauan setelah tindakan yang akan dilakukan pasca penanganan gempa ini akan menghasilkan wawasan berharga untuk memperkuat ketahanan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, operasional kereta api dihentikan sementara hingga seluruh proses pemeriksaan dipastikan aman untuk dilintasi,” pungkasan Wakil Direktur Hubungan Masyarakat KAI, Anne Purba. Komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan ini memastikan KAI terus berkembang dalam memberikan layanan yang semakin aman dan berkualitas.
(Redaksi)

