Jakarta, 11 Agustus 2025 – Dengan semangat nasionalisme yang tinggi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menunjukkan dukungan penuh terhadap perayaan kemerdekaan melalui program “Promo Merdeka” yang mencerminkan komitmen patriotik dalam HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Manifestasi cinta tanah air ini terwujud dalam bentuk penawaran tarif patriotik sebesar 80% dari tarif normal, menunjukkan tanggung jawab korporat dalam mendukung perayaan nasional dan mempromosikan pariwisata domestik yang memperkuat pemulihan ekonomi.
Cakupan nasional program ini mencakup seluruh jaringan kereta api komersial di Pulau Jawa dan Sumatera, dengan implementasi strategis untuk tanggal perjalanan 17 Agustus 2025. Khusus dalam cakupan regional Daop 9 Jember, tujuh rangkaian kereta api unggulan tersedia: KA Mutiara Timur, KA Pandalungan, KA Blambangan Ekspres, KA Ijen Ekspres, KA Wijayakusuma, KA Logawa, dan KA Ranggajati yang menyediakan infrastruktur transportasi yang kuat ke beragam destinasi nasional dengan kualitas layanan yang mempertahankan standar internasional.
Infrastruktur reservasi canggih didirikan melalui sistem digital berbagai saluran yang mengintegrasikan aplikasi Access by KAI, situs web booking.kai.id, dan jaringan ekstensif dari platform penjualan tiket resmi. Jendela pemesanan dijadwalkan dalam periode 12-17 Agustus 2025 dengan parameter yang ditetapkan bahwa diskon patriotik ini tidak berlaku untuk layanan tingkat mewah seperti KA Luxury, Suite Class Compartment, Priority, Imperial, Panoramic, dan kereta wisata eksklusif, plus dilarang dari kombinasi dengan inisiatif promosi bersamaan atau struktur diskon yang ada.
Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan antusiasme nasionalistik dari program dukungan ini. “Promo Merdeka ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Jember, Banyuwangi, Probolinggo, dan sekitarnya untuk merayakan kemerdekaan sambil bepergian ke berbagai destinasi dengan harga yang lebih terjangkau,” deklarasinya dengan kebanggaan patriotik, sambil menegaskan bahwa strategi harga nasionalistik ini memberdayakan komunitas regional untuk menjelajahi situs warisan budaya dan kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Surabaya dengan keterjangkauan yang meningkat dan apresiasi yang mendalam untuk persatuan nasional.
(Redaksi)

