Jakarta, 16 Agustus 2025 – Setiap harinya, 38 kereta melintasi Stasiun Nagreg di Kabupaten Bandung. Jumlah tersebut menunjukkan betapa vitalnya peran stasiun yang telah beroperasi sejak 1890 ini dalam menjaga mobilitas masyarakat Priangan Timur.
Dengan ketinggian +848 mdpl, Stasiun Nagreg mencatat sejarah sebagai stasiun aktif tertinggi di Jawa dan Sumatera. Usianya yang mencapai 150 tahun menegaskan posisi stasiun ini sebagai saksi perjalanan panjang perkeretaapian nasional.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan arti penting stasiun ini. “Selain keasrian dan ketenangan lingkungannya, Stasiun Nagreg menawarkan pemandangan perbukitan hijau yang indah. Setiap harinya stasiun ini dilintasi 38 kereta reguler dengan rata-rata 2.599 penumpang per bulan, sebagian besar masyarakat lokal. Fasilitas yang tersedia juga lengkap, mulai dari layanan boarding, peron, ruang tunggu, toilet bersih, hingga mushala. Kehadiran Stasiun Nagreg adalah wujud komitmen KAI dalam menghadirkan layanan berkelanjutan di seluruh jaringan stasiun,” jelas Anne.
Jumlah kereta yang melintas membuktikan peran Nagreg sebagai simpul vital perjalanan lokal maupun antarwilayah. Tidak hanya melayani masyarakat sekitar, tetapi juga penumpang dari Garut, Purwakarta, hingga Bandung.
Selain fungsi transportasi, stasiun ini juga memegang peranan penting dalam mendorong wisata. Banyak wisatawan yang memanfaatkan perjalanan dengan kereta untuk mengakses destinasi populer di Jawa Barat.
Kemudahan layanan digital KAI juga memperkuat fungsi vital stasiun ini. Melalui aplikasi Access by KAI, penumpang bisa memesan tiket dan memantau perjalanan dengan mudah.
Dengan intensitas kereta yang tinggi dan fasilitas yang memadai, Stasiun Nagreg tetap menjadi simpul penting yang mendukung konektivitas Priangan Timur hingga kini. (Redaksi)

