Jakarta, 24 Agustus 2025 – Upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan kian terasa manfaatnya. Dengan jumlah penumpang mencapai 286 juta orang per tahun, program hijau KAI seperti penyediaan water station di stasiun membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan.

Melalui fasilitas isi ulang air minum gratis, pelanggan yang membawa tumbler tidak hanya lebih hemat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai. Jumlah tersebut, jika dikalikan dengan kebiasaan penggunaan botol plastik, mampu mengurangi jutaan limbah plastik per tahun.

“Dampak nyata dari program ini sangat terasa, karena setiap penumpang yang membawa tumbler berarti mengurangi satu potensi sampah plastik di lingkungan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

KAI juga terus menambah jumlah water station di stasiun besar. Hingga kini, sudah tersedia di 45 stasiun jarak jauh yang melayani penumpang dari berbagai kota besar di Indonesia.

Selain ramah lingkungan, program ini juga meningkatkan kenyamanan penumpang. Air minum yang tersedia di water station telah melewati proses penyaringan modern sehingga higienis dan aman dikonsumsi.

KAI yakin bahwa semakin banyak penumpang yang berpartisipasi, semakin besar pula kontribusi terhadap kelestarian bumi. Hal ini sekaligus mendukung target pemerintah untuk menekan produksi sampah plastik nasional.

Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, program hijau KAI menjadi bukti nyata bahwa inovasi kecil mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan. (Redaksi)

 

Jakarta, 24 Agustus 2025 – Upaya PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan kian terasa manfaatnya. Dengan jumlah penumpang mencapai 286 juta orang per tahun, program hijau KAI seperti penyediaan water station di stasiun membawa dampak positif yang nyata bagi lingkungan.

Melalui fasilitas isi ulang air minum gratis, pelanggan yang membawa tumbler tidak hanya lebih hemat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai. Jumlah tersebut, jika dikalikan dengan kebiasaan penggunaan botol plastik, mampu mengurangi jutaan limbah plastik per tahun.

“Dampak nyata dari program ini sangat terasa, karena setiap penumpang yang membawa tumbler berarti mengurangi satu potensi sampah plastik di lingkungan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

KAI juga terus menambah jumlah water station di stasiun besar. Hingga kini, sudah tersedia di 45 stasiun jarak jauh yang melayani penumpang dari berbagai kota besar di Indonesia.

Selain ramah lingkungan, program ini juga meningkatkan kenyamanan penumpang. Air minum yang tersedia di water station telah melewati proses penyaringan modern sehingga higienis dan aman dikonsumsi.

KAI yakin bahwa semakin banyak penumpang yang berpartisipasi, semakin besar pula kontribusi terhadap kelestarian bumi. Hal ini sekaligus mendukung target pemerintah untuk menekan produksi sampah plastik nasional.

Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, program hijau KAI menjadi bukti nyata bahwa inovasi kecil mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat dan lingkungan. (Redaksi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *