Jakarta, 31 Oktober 2025 – KAI Group secara serius menerapkan prinsip inklusif dalam 100 persen prosedur penanganan daruratnya, memastikan bahwa pelanggan berkebutuhan khusus, lansia, dan disabilitas mendapat perlindungan dan kemudahan evakuasi yang setara. Komitmen ini selaras dengan prinsip keselamatan jadi prioritas utama yang dipegang teguh oleh perusahaan, mencakup Kereta Cepat Whoosh, LRT Jabodebek, dan KRL Commuter Line.

Langkah adaptasi yang diambil sangat spesifik pada masing-masing moda layanan. LRT Jabodebek menyediakan lori evakuasi khusus untuk pengguna kursi roda. Sementara itu, di KRL Commuter Line, ramp dan area kursi roda disiapkan untuk memudahkan akses saat proses penyelamatan. Di Whoosh, fasilitas kursi roda dan jalur aksesibel tersedia di setiap gerbong. Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, menegaskan esensi dari upaya ini: “Keselamatan adalah hak semua pelanggan, tanpa terkecuali.”

Komitmen ini ditunjang dengan sistem dan prosedur penanganan darurat sesuai standar internasional. Contohnya, evakuasi di LRT Jabodebek dilakukan di atas lintasan setelah listrik dipadamkan, prosedur yang juga diterapkan di negara-negara maju. Begitu pula dengan Kereta Cepat Whoosh, yang mengikuti High-Speed Rail Safety Standard. Anne Purba menambahkan, “Setiap negara memiliki sistem dan prosedur yang sama dalam menghadapi keadaan darurat. Tujuannya tetap satu yaitu memastikan pelanggan tetap aman hingga seluruh proses evakuasi selesai.”

Selain kesiapan sarana dan prosedur yang terstandardisasi, KAI juga membekali setiap rangkaian dengan peralatan keselamatan esensial seperti Passenger Emergency Call, rem darurat, dan tombol SOS. KAI mengajak pelanggan untuk turut menjaga keselamatan dengan mengenali letak alat-alat ini. Dengan kesiapan petugas yang terlatih dan layanan informasi 24 jam, KAI Group bertekad memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan berorientasi pada keselamatan total. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *