Jakarta, 3 September 2025 – Mengoperasikan kereta cepat Whoosh bukanlah tugas sembarangan. Hanya mereka yang telah mengantongi pengalaman minimal 100.000 kilometer perjalanan atau 3.000 jam dinas yang akhirnya dipercaya mengemudikan moda transportasi modern ini.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menekankan, masinis memiliki peran vital dalam setiap perjalanan. Profesi ini membutuhkan konsentrasi penuh, kondisi fisik prima, dan kepatuhan tinggi terhadap aturan keselamatan.

Calon masinis yang lolos seleksi harus menempuh pendidikan dasar di BPTP Sofyan Hadi Bekasi dan BPTT Darman Prasetyo Yogyakarta selama delapan bulan. Materi pendidikan mencakup teori dasar, praktik di lapangan, serta pembentukan kepribadian profesional.

Setelah itu, mereka naik jenjang bertahap dari Awak Sarana Pratama, Muda, hingga Madya. Proses ini membutuhkan jam perjalanan ribuan hingga puluhan ribu kilometer sebagai syarat kenaikan tingkat.

Khusus untuk Whoosh, KAI hanya mempercayakan masinis dengan pengalaman panjang. Sejak Februari 2023, mereka mengikuti pelatihan intensif di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun dengan kurikulum kereta cepat.

Praktik kemudian dilakukan di Depo Tegalluar serta jalur operasional Whoosh dengan memanfaatkan simulator. Mereka juga menjalani magang bersama masinis Tiongkok untuk mengasah keterampilan mengoperasikan kereta berkecepatan tinggi.

“Para masinis KAI mampu menuntaskannya hanya dalam satu setengah tahun. Hal ini dimungkinkan karena kualitas mereka yang telah terbentuk dari pengalaman panjang di KAI, ditopang pendidikan dan pelatihan yang sistematis,” jelas Anne.

Dengan modal pengalaman panjang, 64 masinis KAI kini siap mengendalikan 62 perjalanan Whoosh setiap harinya, menghadirkan layanan cepat dan aman bagi masyarakat. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *